Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Darmawan Junaidi optimistis, pihaknya mampu melanjutkan tren perbaikan kinerja di 2022. Optimisme tersebut berkaca dari sejumlah indikator utama yang mampu dibukukan secara positif, seperti permintaan kredit.
"Permintaan kredit terus mulai meningkat," ujarnya dalam konferensi pers Mandiri Investment Forum di Jakarta, Rabu (9/2).
Tercatat, hingga akhir 2021, laju kredit perseroan secara konsolidasi mampu tumbuh positif sebesar 8,86 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 1.050,16 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit Industri sebesar 5,2 persen yoy.
Advertisement
Rasio Kredit Macet Turun
Selain pertumbuhan kredit, lanjut Darmawan, posisi likuiditas perbankan yang memadai juga mampu menopang kinerja di tahun ini. Meski demikian, dia tidak menyebut tingkat likuiditas di Bank Mandiri.
Kemudian, capaian positif ini juga diimbangi dengan kualitas aset yang mengalami perbaikan secara bank only. Per akhir 2021, rasio Non Performing Loan/NPL (kredit bermasalah) Bank Mandiri berhasil menurun sebesar 48 bps secara YoY ke level 2,81 persen.
"Kebijakan yang akomodatif juga turut mendukung peningkatan fungsi intermediasi perbankan yang sempat sedikit melambat dengan munculnya varian-varian baru Covid-19 ini," tutupnya.