Ada banyak mitos yang beredar tentang bersin. Ada yang bilang, saat bersin, ada orang yang membicarakanmu di luar sana. Namun tentu saja ini sama sekali nggak ilmiah. Selain itu, ada juga mitos bahwa saat bersin, jantung sempat berhenti sebentar. Nah, kali ini, yuk kita bahas proses biologis yang terjadi saat kamu bersin.
Saat kamu bersin, awalnya akan ada sensasi menggelitik pada bagian hidung. Yang terjadi setelah itu adalah sesuatu yang menakjubkan. Ujung saraf mengirimkan sinyal ke otak, menandakan adanya sesuatu yang mengganggu di jalan napas. Otak kemudian mengirimkan sinyal pada tubuh untuk mengeluarkannya. Selanjutnya tubuh bereaksi dengan bersiap mengambil napas dalam dan menekan otot dada. Tekanan ini meningkat pada bagian paru-paru, mata tertutup, dan kamu pun bersin.
Saat bersin, ada tekanan besar pada dada yang bisa mengubah aliran darah. Hal ini secara otomatis juga mengubah detak jantung, membuatnya terlambat sedikit. Karena detak jantung setelah bersin biasanya lebih keras, karena itu banyak orang percaya bahwa saat bersin jantung berhenti sejenak, seperti dilansir oleh Health Me Up (17/02).
So, intinya jantungmu nggak berhenti berdetak, hanya saja ia sempat melambat sedikit, lalu akan kembali berjalan dengan normal. Proses bersin adalah sesuatu yang alami, dan akan membantumu mengeluarkan benda asing yang masuk ke hidung. Kalau nggak dikeluarkan, ia justru bisa menyebabkan masalah pernapasan di kemudian hari.
Nah, itulah beberapa fakta menarik tentang ketidakbenaran mitos berhentinya jantung saat bersin. Meskipun demikian, bersin-bersin kadang juga merupakan suatu gejala dari penyakit lain. Jadi, kalau kamu bersin-bersin terlalu lama, nggak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter. Stay healthy!