Merasa prihatin dengan kejahatan penembakan yang menimbulkan korban jiwa, 2 murid SMA Negeri 3 Kota Semarang, Jawa Tengah membuat rompi anti peluru. Rompi ini terbuat dari sabut kelapa dan fiber glass. Rompi ini telah diuji oleh TNI serta Polri dan hasilnya pun sangat memuaskan.Kedua siswa berprestasi ini adalah Muhammad Iqbal Fauzi, kelahiran Klaten 29 januari 1999 tinggal di Jalan Permata Ngaliyan II Nomor 52 Kota Semarang dan Aristo Kevin Ardyaneira Pratama, kelahiran Semarang 3 April 1998 tinggal di Jalan Muradi I Nomor 2 Kota Semarang. Keduanya merupakan siswa kelas sebelas, jurusan IPA, SMA Negeri 3 Kota Semarang.Di Indonesia sendiri sering terjadi kasus penembakan dan yang jadi korbannya adalah masyarakat sipil. Keduanya berpikir bagaimana cara melindungi mereka tanpa mengeluarkan biaya yang mahal. Alat yang digunakan adalah ramah lingkungan. Oleh karena itu kedua siswa tersebut menciptakan alat bernama rompi anti peluru dari sabut kelapa dan fiber glass.Mereka memilih sabut kelapa karena dinilai sangat kuat dan sangat ulet. Sedangkan bahan fiber glass dipilih karena fiber glass yang dioles dengan epoxy polyster resin bisa menjadi sangat kuat dan keras. Untuk bahan awalnya ada kesulitan. Tapi mereka berusaha terus untuk mendapatkan bahan baku ke beberapa suplier hingga akhirnya mendapatkan bahan yang diharapkan. Kemudian juga ada bantuan dari pihak swasta Proto Kimia yang membantu secara teknis.Kevin membeberkan, setelah dua bahan serabut kelapa dan fiber glass dipadukan berlapis dan dipress dengan mesin ternyata tidak bisa tembus oleh peluru. Hasilnya, barang berukuran 27 X 27 sentimeter, tebal 1,2 sentimeter dan berat 3 kilogram tersebut siap menjadi rompi anti peluru.Rompi ini telah diuji coba. Kedua siswa ini, bekerja sama dengan TNI, Polri serta Perbakin untuk melakukan uji coba. Hasilnya, memuaskan. Peluru M 1911 kaliber 0.45 inchi yang ditembakan dengan jarak 3 meter pun terpental. Kevin mengungkapkan, hasil karya mereka ini bukan dengan mudah mereka dapatkan. Bahkan, beberapa kali mereka mengalami kegagalan dalam uji coba.Kendalanya saat pembuatan adalah proses pengujian karena harus ada izin-izin karena banyak senjata api yang riskan dan dilegalkan tidak untuk masyarakat umum. Kesulitannya diakses perizinan untuk bisa diuji coba ditembaki tersebut. Kini mereka mengaku senang karena telah menghasilkan sesuatu yang diharapkan dapat berguna dan membantu masyarakat dalam rangka menjaga dan mengantisipasi kejahatan.
Sabut kelapa 'disulap' menjadi rompi anti peluru oleh siswa SMA ini
Sabut kelapa karena dinilai sangat kuat dan sangat ulet untuk dijadikan bahan rompi anti peluru.
Advertisement