Mengamati struktur tubuh cacing pipih (Plathyhelminthes)
Merdeka.com - Selain dunia tumbuhan dalam Kingdom Plantae, dunia hewan dalam Kingdom Animalia juga sangat menarik untuk dipelajari. Nah, kali ini, yuk kita bahas tentang salah satu kelompok hewan yang sebenarnya ada banyak banget di sekitarmu, yaitu cacing pipih. Cacing pipih atau Plathyhelmintes punya bentuk yang khas, yaitu pipih, lunak, dan simetri bilateral. Ia bisa hidup bebas di air tawar atau air laut, misalnya, Planaria dan sebagai parasit pada hewan atau manusia, misalnya, cacing hati.
Struktur tubuh cacing ini sangat unik. Ia tersusun atas atas tiga lapisan embrional, yaitu ektoderma, mesoderma, dan endoderma. Sel mesoderma nggak mengalami perkembangan dan terdiri atas sel yang seragam sehingga disebut sel parenkim. Kebanyakan cacing punya saluran pencernaan, tapi cacing pipih nggak punya itu. Cacing pipih cuma punya usus yang bercabang-cabang menuju seluruh tubuh sehingga peredaran makanan nggak melalui pembuluh darah, tetapi langsung diedarkan dan diserap tubuh dari cabang usus tersebut. Nama peredaran makanan dengan cara ini adalah sistem gastrovaskuler.
Plathyhelminthes nggak punya anus. Pengeluaran dilakukan melalui mulut. Sisa makanan dalam bentuk cair dikeluarkan melalui permukaan tubuhnya. Penyerapan dan pengeluaran gas juga dilakukan melalui permukaan tubuhnya. Menarik, bukan?
Sistem saraf hewan yang satu ini hampir sama dengan sistem saraf pada Coelenterata, dapat bergerak aktif karena adanya sistem saraf dan sistem indra. Pada cacing hati terdapat dua bintik mata pada bagian kepalanya. Bintik mata tersebut mengandung pigmen yang disebut oseli. Indra peraba pada Planaria disebut aurikula (telinga), ada juga yang memiliki organ keseimbangan dan organ untuk mengetahui arah aliran air (reoreseptor). Nah, itulah beberapa informasi penting tentang Plathyhelminthes. Sangat unik, kan? (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya