Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenapa orang Jepang sangat percaya dengan konsep golongan darah?

Kenapa orang Jepang sangat percaya dengan konsep golongan darah? Robot anjing AIBO. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Di Indonesia, sistem kepribadian seseorang berdasarkan golongan darahnya mungkin masih dalam tahap candaan, jauh berbeda dengan Jepang. Konsep kepribadian berdasarkan golongan darah ternyata mengakar pada kebudayaan Jepang yang dikenal dengan istilah ketsueki-gata. Bahkan survei pada masyarakat Jepang di tahun 2008 menunjukkan jika sebanyak 75% dari populasi mereka percaya dengan konsep ini.

Konsep ketsueki-gata sudah sangat dipercaya masyarakat Jepang, tak heran mulai soal cinta sampai karir, konsep ini benar-benar turut andil besar. Bahkan tak sedikit perusahaan Jepang yang menanyakan golongan darah saat proses wawancara dengan calon karyawan mereka.

Ternyata contoh kasusnya bukan cuma itu saja, masih ada beberapa lainnya yang cukup mencengangkan. Dalam hal pendidikan misalnya, TK di Jepang menerapkan konsep unik dengan membagi murid mereka ke dalam kelas menurut golongan darahnya. Hal ini dilakukan agar teknik mengajar dapat disesuaikan dengan kepribadian masing-masing anak. Dalam hal asmara, banyak biro jodoh menawarkan jasa untuk memprediksi kecocokan dengan pasangan berdasarkan golongan darah. Saat kencan pertama pun, anak muda di Jepang juga saling bertukar informasi tentang golongan darah mereka. Ini yang membuat Ketsuiki-gata juga menjadi bisnis yang laris di Jepang. Terbukti dari empat judul buku paling laris di tahun 2008 adalah buku tentang pedoman kepribadian berdasarkan golongan darah.

Masyarakat Jepang sepertinya cenderung menutup telinga dengan fakta yang disampaikan para ilmuwan mereka sendiri bahwa tak ada landasan ilmiah untuk konsep ketsueki-gata. Meski demikian, konsep ini masih saja populer di Jepang.

Penyebabnya ditengarai karena alasan pribadi, yakni lebih melihat keuntungan sosial untuk diri sendiri. Konsep golongan darah juga merupakan topik pembicaraan yang nyaman karena memiliki daya tarik untuk memudahkan dalam memprediksi perilaku dan nasib orang lain. Ketsueki-gata juga digunakan untuk menghindari interaksi dan pemikiran yang kompleks saat berkenalan dengan orang baru.

Stereotip yang tumbuh di masyarakat pun makin kuat hingga membuat orang Jepang menggunakan ketsueki-gata untuk memahami dan menggambarkan dirinya lebih dalam. Diluar kesadaran, mereka sudah bertingkah laku sesuai dengan deskripsi ketsueki-gata agar dapat diterima oleh masyarakat lain yang juga menganut konsep ini.

Bukan tanpa risiko, konsep tanpa dasar ini memiliki bahaya tersendiri. Orang yang percaya akan cenderung menilai orang lain dengan terburu-buru berdasarkan golongan darah mereka, tanpa mencoba untuk mengenal lebih dalam sebagai manusia. Dampak ini sama saja dengan rasisme yang menjustifikasi orang berdasarkan ras atau warna kulit. Mulai sekarang, yuk berpikir kritis agar tak kena potensi bahaya sosial karena percaya sebuah konsep yang tak valid. (mdk/iwe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP