Ini kesimpulan menakjubkan dari percobaan atom Ernest Rutherford
Merdeka.com - Penemuan proton oleh Eugen Goldstein dan Wilhelm Wien menimbulkan pertanyaan, seperti apa ya kira-kira kedudukan masing-masing partikel (proton, elektron, inti atom) dalam sebuah atom? Untuk menjawab pertanyaan itu, Ernest Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geiger dan Ernest Marsden). Melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas.
Dari pengamatan itulah baru kemudian diketahui bahwa kalau partikel alfa ditembakkan (dihamburkan) pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1 derajat). Namun dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu di antara 20.000 partikel alfa akan membelok dengan sudut 90 derajat atau bahkan lebih. Berarti, ada partikel-partikel tertentu yang membelokkan partikel alfa.
Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, Ernest Rutherford dan kedua muridnya membuat beberapa kesimpulan tentang atom dan isinya, yaitu:
Atom ternyata bukan bola pejal, karena hampir semua partikel alpa diteruskan.
Kalau lempengan emas dianggap sebagai satu lapisan atom-atom emas, maka dalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
Partikel tersebut merupakan partikel yang menusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alpa akan dibelokkan, bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil dari ukuran atom keseluruhan.
Wah, sangat menarik kan percobaan hamburan sinar alfa ini? Dari sinilah para ahli kimia tahu bahwa inti atom ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan ukuran atom keseluruhan. Penemuan ukuran jari-jari atom dan inti atom ini membuat para peneliti bersemangat untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan detail lebih banyak dari atom itu sendiri. (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya