Belajar tentang sungai, danau, serta kehidupan di air tawar
Merdeka.com - Ketika hujan turun atau salju mencair, tetesan air mengalir meresap ke tanah, dan sebagian meninggalkan daratan. Kadang-kadang aliran itu bertemu dan membentuk anak-anak sungai, yang kemudian bersatu untuk membentuk sungai. Sebagian dari air itu juga mengalir dan berkumpul di dalam cekungan yang disebut danau. Danau bisa terbentuk karena banyak hal, salah satunya adalah danau yang aslinya merupakan kawah. Contohnya Danau Crater di Oregon, Amerika Serikat. Ia terbentuk di kawah sebuah gunung berapi. Gunung berapi itu meletus sekitar 6 ribu tahun yang lalu.
Di dekat sumbernya, sebuah sungai ukurannya kecil namun arusnya deras. Lebih jauh dari situ, arusnya akan semakin pelan. Di dekat mulutnya (di mana sungai bertemu dengan laut), sungai membuang lumpur yang dibawanya. Inilah yang akhirnya terkumpul dan membentuk sebuah delta, sebuah kanal atau pulau kecil berbentuk kipas. Dapatkah kamu menyebutkan delta yang ada di Indonesia?
Tahukah kamu bahwa sebagian besar peradaban awal di dunia ini dimulai di dekat sungai? Ini karena sungai menyediakan air bagi manusia untuk diminum, mencuci, dan mengairi ladang. Sungai juga menjadi rute untuk perahu, sehingga transportasi menjadi lebih lancar. Manusia modern juga bisa membangun bendungan yang memanfaatkan tenaga air yang mengalir untuk menghasilkan tenaga listrik. Ternyata sungai benar-benar banyak gunanya, kan?
Kehidupan di air tawar juga nggak kalah beragam dibandingkan dengan di air laut. Baik sungai maupun danau merupakan sebuah habitat bagi banyak jenis tumbuhan. Sebagian hidup di permukaan, dan sebagian di bawah permukaan air. Hewan-hewan air tawar mencakup serangga, katak, ikan, dan burung-burung. Burung Flamingo Lesser hidup di Danau Nakuru, sebuah danau di air asin Kenya. (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya