Di awal tahun 2025, PT Pertamina (Persero) akan melakukan penyesuaian harga untuk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kenaikan harga ini akan mencakup beberapa jenis BBM, antara lain Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan.
Penyesuaian harga ini akan mulai diterapkan pada 1 Januari 2025 di seluruh Indonesia. Kebijakan ini menarik perhatian masyarakat karena berpengaruh langsung terhadap biaya bahan bakar, khususnya bagi pemilik kendaraan pribadi yang mengandalkan BBM nonsubsidi.
Berikut adalah daftar lengkap perubahan harga BBM nonsubsidi, termasuk rincian per wilayah yang perlu Anda ketahui untuk tetap mendapatkan informasi terkini.
Advertisement
Harga Pertamax dan Pertamax Turbo telah disesuaikan di hampir seluruh kawasan Indonesia.
1. Di Jakarta, harga Pertamax meningkat dari Rp 12.100 menjadi Rp 12.500 per liter, sedangkan Pertamax Turbo naik dari Rp 13.550 menjadi Rp 13.700 per liter.
2. Di Sumatera Barat, kenaikan harga lebih mencolok, dengan Pertamax mencapai Rp 13.050 per liter dan Pertamax Turbo mencapai Rp 14.300.
Perubahan harga ini juga terlihat di daerah FTZ seperti Sabang dan Batam, di mana Pertamax mengalami kenaikan hingga Rp 400 per liter.
Advertisement
Harga BBM diesel, termasuk Dexlite dan Pertamina Dex, mengalami peningkatan. 1. Di DKI Jakarta, harga Dexlite meningkat dari Rp 13.400 menjadi Rp 13.600 per liter, sementara Pertamina Dex kini dijual seharga Rp 13.900. 2. Kenaikan harga yang serupa juga terlihat di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan, di mana Dexlite mencapai Rp 14.200 per liter dan Pertamina Dex naik menjadi Rp 14.500. Meskipun kenaikan harga ini dirasakan di seluruh Indonesia, harga di beberapa daerah seperti Papua tetap stabil dibandingkan dengan wilayah lainnya.
Advertisement
Harga bahan bakar minyak bersubsidi, termasuk Pertalite dan Solar, tetap stabil.
1. Pertalite masih tersedia dengan harga Rp 10.000 per liter di seluruh wilayah Indonesia.
2. Harga Solar subsidi juga tidak berubah, tetap dijual seharga Rp 6.800 per liter.
Keputusan ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat dan meringankan beban kelompok ekonomi yang rentan di tengah meningkatnya harga BBM nonsubsidi.
Advertisement
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi peningkatan harga BBM nonsubsidi adalah:
1. Pergerakan harga minyak mentah global, yang menjadi patokan utama dalam penentuan harga BBM di tanah air.
2. Kebijakan pemerintah yang mengatur penyesuaian harga BBM berdasarkan formula yang mencerminkan biaya produksi dan distribusi.
Tindakan ini bertujuan untuk menjaga kestabilan pasokan energi, meskipun dapat berdampak pada konsumen BBM nonsubsidi.
Advertisement
Menanggapi lonjakan harga, masyarakat bisa menerapkan beberapa cara untuk mengurangi pengeluaran BBM:
1. Manfaatkan kendaraan dengan bijak: Kurangi perjalanan yang tidak penting dan maksimalkan efisiensi penggunaan bahan bakar.
2. Pilih transportasi umum: Menggunakan transportasi umum untuk perjalanan jauh dapat membantu mengurangi biaya.
3. Manfaatkan aplikasi promo: Beberapa aplikasi seperti MyPertamina sering kali memberikan penawaran atau diskon untuk pembelian BBM.
Dengan langkah-langkah ini, pengguna kendaraan dapat tetap mengontrol pengeluaran bahan bakar meskipun harga sedang naik.
Advertisement
Q: Jenis BBM mana saja yang mengalami peningkatan harga?
A: Jenis BBM yang mengalami peningkatan harga meliputi Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Q: Apakah Pertalite dan Solar juga mengalami kenaikan harga?
A: Tidak, harga Pertalite dan Solar tetap tidak berubah, yaitu Rp 10.000/liter dan Rp 6.800/liter.
Q: Apa yang menjadi penyebab kenaikan harga BBM nonsubsidi?
A: Kenaikan harga ini dipicu oleh fluktuasi harga minyak global dan keputusan pemerintah untuk menyesuaikan harga.