Honda kembali memperkuat segmen elektrifikasinya dengan memperkenalkan motor listrik UC3 di Thailand dan Vietnam.
Selain itu, produsen otomotif asal Jepang ini juga berkomitmen untuk mengembangkan infrastruktur pengisian daya di dua kota besar tersebut.
Disitat dari laman Honda Global, motor UC3 menggunakan baterai lithium ion fosfat (LFP) tipe tetap yang pertama dari Honda, yang diklaim setara dengan mesin pembakaran internal (ICE) berkapasitas 110 cc.
Motor listrik ini mampu menghasilkan daya maksimum sebesar 6.0 kW dan dapat menempuh jarak hingga 122 km per pengisian daya, berdasarkan WMTC Mode 1 dengan nilai bersertifikat dari Thailand.
Honda UC3 juga dilengkapi dengan standar pengisian daya yang mengikuti spesifikasi internasional yang direkomendasikan oleh Asosiasi CHAdeMO.
Model ini menawarkan dua opsi pengisian daya, yaitu 1.200W dan 450W. Pengisian daya 1.200W memerlukan waktu 4 jam untuk mencapai 0 hingga 100 persen, sedangkan untuk 20 hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu 2 jam.
Sementara itu, pengisian daya 450W memerlukan waktu 9 jam untuk mencapai 0 hingga 100 persen dan 5 jam untuk 20 hingga 80 persen.
Motor listrik ini juga menawarkan tiga mode berkendara: STANDAR, SPORT, dan ECON, yang dapat disesuaikan dengan kondisi berkendara yang berbeda. Selain itu, mode mundur tersedia untuk memudahkan proses parkir.
Dari segi desain, UC3 menampilkan lampu khas horizontal yang pertama kali dihadirkan pada sepeda motor listrik Honda sebelumnya, yaitu Honda WN7.
Skema warna EV yang unik ini menggabungkan bodi berwarna hitam dengan aksen emas pada komponen, serta logo produk yang menggunakan font 'Honda' baru yang dikembangkan khusus untuk sepeda motor listrik UC3.
Dengan semua fitur ini, Honda UC3 tidak hanya menawarkan performa yang baik, tetapi juga desain yang menarik dan fungsionalitas yang memudahkan pengendara dalam berbagai kondisi.
Advertisement
Perluas Infrastruktur Pengisian Daya
Honda memperkuat komitmennya dalam sektor elektrifikasi dengan tidak hanya meluncurkan model baru, tetapi juga memperluas infrastruktur pengisian daya baterai di Thailand dan Vietnam.
Di Thailand, perusahaan ini berencana untuk meningkatkan jumlah stasiun pengisian daya CHAdeMO untuk kendaraan roda dua, terutama di dealer sepeda motor Honda serta pusat perbelanjaan yang terletak di dalam dan sekitar Bangkok.
Sementara itu, di Vietnam, Honda mulai memasang stasiun pengisian daya di dealer sepeda motor Honda yang berada di kota-kota besar seperti Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Da Nang, dengan target untuk mulai beroperasi pada bulan Juni 2026.
Selain itu, Honda juga berupaya menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk penggunaan sepeda motor listrik yang menggunakan baterai Honda Mobile Power Pack e: yang dapat ditukar. Perluasan instalasi Honda e:Swap BATTERY STATION akan terus berlanjut di dealer sepeda motor Honda yang ada di Bangkok dan Hanoi.
Advertisement
Honda Bakal Perluas Lini Sepeda Motor Listriknya
Dengan tujuan untuk mencapai netralitas karbon dalam seluruh produk dan kegiatan perusahaan pada tahun 2050, Honda berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi mesin pembakaran internal (ICE).
Selain itu, perusahaan ini juga menetapkan elektrifikasi sebagai pilar utama dalam strategi lingkungan mereka. Dalam rencana ke depan, Honda akan meluncurkan sepeda motor listrik secara global setiap tahun, sehingga dapat menawarkan berbagai produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang beragam.
Keberlanjutan menjadi fokus utama Honda, di mana mereka akan mengejar inisiatif penggunaan kembali dan daur ulang baterai. Langkah ini diharapkan dapat membantu membangun rantai nilai sirkular dan berkontribusi terhadap tercapainya masyarakat yang netral karbon.
Seperti yang dinyatakan, "Honda akan terus memajukan teknologi ICE (Internal Combustion Engine) sambil secara bersamaan memposisikan elektrifikasi sebagai pilar inti strategi lingkungannya." Komitmen ini menunjukkan dedikasi Honda dalam menciptakan masa depan yang lebih ramah lingkungan.