Hari Ini Mobil Terlaris Indonesia Ulang Tahun, Segini Harganya 46 Tahun Silam

Model ini pertama kali diperkenalkan ke publik di salah satu hotel di Jakarta Selatan pada 9 Juni 1977. Peluncurannya dilakukan pada 9 Juni untuk 'mengejar' event Pekan Raya Jakarta pada 11 Juni 1977 di Monas

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Hari Ini Mobil Terlaris Indonesia Ulang Tahun, Segini Harganya 46 Tahun Silam
All New Toyota Kijang Innova Zenix. ©2022 Merdeka.com

Hari ini, 9 Juni, Toyota Kijang lahir. Ibarat manusia, mobil keluarga ini berusia 46 tahun beredar di jalanan Indonesia.

Toyota Kijang telah menjelma sebagai mobil keluarga andalan masyarakat.

Kini berevolusi menjadi Toyota Kijang Innova Zenix pada November 2022. Volume penjualannya masih tinggi: 4 ribuan unit per bulan, meski pesaingnya makin banyak.

Meski mobil-mobil lebih kecil di bawahnya juga banyak, seperti Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia, Kijang Innova Zenix masih menjadi salah satu mobil terlaris di Indonesia.

Saat ini populasinya lebih dari 2 juta unit di Indonesia.

Bagaimana kisah Toyota Kijang lahir?

Generasi pertama Toyota Kijang adalah mobil pikap dengan kode KF10.

Model ini pertama kali diperkenalkan ke publik di salah satu hotel di Jakarta Selatan pada 9 Juni 1977.

Peluncurannya dilakukan pada 9 Juni untuk 'mengejar' event Pekan Raya Jakarta pada 11 Juni 1977 di Monas. Alhasil Toyota Kijang bisa mejeng di PRJ.

Saat itu Kijang dijual Rp 1,3 juta per unit. Lebih murah Rp 50 ribu dibandingkan kompetitornya, Suzuki Pikap (Suzuki Carry).

Bahkan Toyota Kijang juga lebih murah Rp 350 ribu dari Mitsubishi Colt T120 pikap.

“Waktu itu target penjualan Toyota Kijang satu bulan hanya 200 unit, tapi saat pertama keluar pasar, permintaannya langsung meningkat menjadi 2.000 unit per bulan. Untuk memenuhi permintaan itu, terpaksa dilakukan kerja tiga shif,” kata Adirizal Nizar, mantan Direktur Teknik PT Toyota Astra Motor dikutip dari buku 38 Tahun Toyota Kijang, Bersama Bangsa Indonesia (Kompas, 2015).

Pada 1977, rajanya segmen mobil pikap 0,75 ton adalah Mitsubishi Colt T120.

©2023 Merdeka.com

Setelah mobil pikap ini selesai dibuat, Toyota Motor Co Ltd mempersilakan PT Toyota Astra Motor memberikan nama bagi mobil basic utility vehicle (BUV) ini.

Toyota Jepang saat itu minta namanya menggunakan nama lokal. Seperti yang dilakukan Toyota Filipina saat meluncurkan model serupa, Toyota Tamaraw, yang berarti “kerbau” pada 1976.

Tim Toyota Indonesia pun putar otak. Mencari nama-nama binatang Indonesia yang menarik.

Semula ingin dinamakan 'Toyota Kancil'. Namun, saat diskusi pencarian nama ini berlangsung, Tjia Kian Tie --adik William Soeryadjaja, Presiden Direktur PT Astra International Inc saat itu, mengusulkan nama Kijang.

“Kenapa tidak kita berikan nama kijang saja,” ujar Tjia Kian Tie. Nama kijang sendiri bermakna lincah dan cepat larinya serta tidak memiliki konotasi negatif seperti dalam lagu anak-anak berjudul Kancil.

Tapi ada juga yang menceritakan Kijang sendiri punya makna lain: Kerjasama Indonesia dan Jepang.

©2023 Merdeka.com/@iklanjadul 

Toyota Kijang lahir dari program pemerintah bertajuk Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana (KBNS).

Presiden Soeharto di awal-awal masa pemerintahannya, ingin mobil-mobil yang beredar dirakit di Indonesia (lokalisasi), bukan diimpor secara utuh.

Presiden Soeharto ingin Indonesia punya industri otomotif sendiri dan bukan hanya menjadi pasar.

Program KBNS disambut oleh Toyota Indonesia saat itu. Mengacu konsep mobil KBNS, pabrikan otomotif asal Jepang ini mendesain dan mengembangkan Kijang. Beberapa anak usaha dikerahkan untuk memproduksinya.

Misalnya, PT Toyota Mobilindo bertugas memproduksi komponen-komponen bodi. Kabin, bak, dan rangka juga dibuat oleh PT Toyota Mobilindo. Sedangkan komponen mesin, sasis, dan lain-lain diimpor dari Jepang. Sementara kegiatan perakitannya dilakukan PT Multi Astra.

Basic utility transporter (BUV) ini memiliki dimensi panjang 4.070 mm, lebar 1.550, dan tinggi 1.760 milimeter. Jarak antara poros roda depan dan belakang (wheelbase) 2.500 mm dengan panjang bak 1.880 dan lebar 1.480.

Menngutip buku Industri Otomotif untuk Negeri: Menjadi Pemain Utama Era Mobil Listrik (Pustaka Kaji, 2021), Kijang Gen 1 mengusung mesin 3K dengan kapasitas 1.2L, 4 silinder segaris, overhead valve (OHV). Mesin ini juga dipakai untuk sedan Toyota Corolla.

Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 55 ps, dipadu transmisi manual 4-percepatan.

Toyota Kijang generasi pertama ini dikenal pula dengan sebutan “Toyota Kijang Buaya”.

Nama alias ini muncul karena bila kap mesinnya dibuka, seluruh kap mesin (bonnet) terangkat sehingg mirip buaya yang sedang membuka lebar-lebar mulutnya.

 

Kini Toyota Kijang telah berkembang dan punya nama baru sejak generasi ke-7 lahir pada November 2022. Namanya kian internasional: Toyota Kijang Innova Zenix.

Menariknya, sejak itu pula Toyota Kijang punya varian dengan teknologi elektrifikasi, yakni Toyota Kijang Innova Zenix HYbrid. 

Nama Kijang tetap dipertahankan di model Gen 7, sebab mencerminkan proses evoluasi panjangnya dari mobil pikap menjadi mobil penumpang (MVP). Bahkan termasuk salah satu model global Toyota dari Indonesia.

Pasarnya tidak hanya Indonesia, tapi puluhan negara di dunia juga menyukai Toyota Kijang sehingga pasar ekspornya juga tinggi setiap tahun.

Selamat ulang tahun Toyota Kijang!

Rekomendasi