Honda bermitra dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) dan meningkatkan investasi untuk produksi baterai mobil listrik secara domestik. Pabrikan otomotif asal Jepang ini berharap dapat mendukung produksi kendaraan listrik (EV) nasional.
Dilansir Nikkei Asia, kemarin, Honda bermitra dengan produsen baterai GS Yuasa dengan investasikan 434,1 miliar yen untuk mengembangkan dan memproduksi baterai lithium-ion secara massal untuk pasar mobil listrik di Jepang.
Investasi tersebut akan didukung subsidi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang hingga 158,7 miliar yen. Pabrik baru itu diharapkan mulai produksi pada Oktober 2027, dengan perkiraan kapasitas produksi tahunan 20 gigaWatt-hours.
"Kami prihatin tidak hanya tentang produksi domestik kami sendiri, tapi juga tentang daya saing Jepang," kata seorang eksekutif Honda, akhir April lalu.
Investasi Honda ke TSMC dan GS Yuasa juga bertujuan meningkatkan partisipasi pabrikan otomotif ke rantai pasoknya seperti perusahaan semikonduktor (TSMC) dan baterai (GS Yuasa).
Sehingga Honda dapat memimpin pengadaan suku cadang utama langsung dari pabrikan seperti TSMC, bukan lagi melalui pihak perantara.
“Waktunya telah tiba bagi produsen mobil dan produsen semikonduktor untuk bernegosiasi secara langsung,” ujar Presiden dan CEO Honda Toshihiro Mibe.
Di Amerika Serikat sebaga pasar utama Honda, peralihan ke EV mendapat momentum ekstra setelah Undang-Undang Pengurangan Inflasi berlaku.
Maka itu, Honda akan memajukan peluncuran EV baru di Amerika Utara pada 2025. Sementara di China, rencana pengalihan semua kendaraan baru untuk EV telah dimajukan lima tahun ke 2035.
Demi mendukung tujuan tersebut, selain investasi ke TSMC dan GS Yuasa, akhir Maret lalu, perusahaan mengumumkan rencana untuk meningkatkan sahamnya menjadi 40 persen di Hitachi Astemo yang membuat gardan listrik dan suku cadang lain untuk sistem
penggerak EV.
Advertisement
Kerja Sama POSCO
Selain itu, Honda kembali memperkuat kerja sama dengan POSCO, produsen baja asal Korea, di berbagai bidang seperti pemrosesan logam kritis, daur ulang baterai, pengadaan bahan mentah, dan baja listrik untuk motor penggerak.
Kemudian Honda juga bermitra dengan rumah dagang Jepang Hanwa untuk mendapatkan logam penting untuk produksi baterai seperti litium dan nikel.
Menggarisbawahi fokus peralihan ke EV, Honda juga membentuk unit baru untuk mengembangkan kendaraan secara terpisah antara bensin dan hybrid pada April lalu.
Reporter magang: Vallerie Dominic