Matahari mulai terik, tapi penonton World Superbike (WSBK) Indonesia round mulai berdatangan di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Ahad (5/3).
Sejak jam 09.00 pagi, Sunisa Puji sudah tiba di Sirkuit Internasional Mandalika dari Mataram.
Relawan organisasi sosial Bulan Sabit Merah Indonesia bergegas menuju paddock tim PATA Yamaha.
Sebuah spanduk berukuran sedang pun langsung dibentangkan di bagian belakang paddock tim biru ini. Isinya dukungan kepada pembalap Toprak Razgatlioglu asal Turki.
Selain spanduk, Sunisa yang juga seorang guru menyiapkan selendang tenun khas Lombok warna biru bertuliskan nama "Toprak".
Strategi pun disusunnya supaya dapat bertemu pembalap idolanya.
Kesempatan buat Sunisa terbuka saat Toprak menjadi juara di sesi Superpole Race yang sempat ditunda akibat kecelakaan.
Di parc ferme, Sunisa berdesakan dengan penonton. Targetnya hanya satu, memberikan selendang biru dengan motif tenun Lombok itu.
Siang itu arena parc ferme cukup ramai dibandingkan kemarin.
Tak kehilangan akal, Sunisa melempar begitu saja selendang biru saat Toprak tiba di parc ferme.
Siapa sangka, Toprak menyambut selendang biru buatan Sunisa. Juara Dunia 2021 ini langsung memakainya sambil merayakan kemenangan perdananya di WSBK musim ini.
Selendang biru dengan motif tenun Lombok melingkar di pundaknya. Tampak membuat penampilan Toprak meningkat. Toprak gembira siang ini.
"Senanga banget, tidak menyangka Toprak langsung pakai selendang saya," ungkap Sunisa pada Merdeka.com di Sirkuit Mandalika.
Selendang Toprak ini memang istimewa. Sebab ditenun sendiri oleh Sunisa pada tahun lalu selama tiga bulan.
Advertisement
"Khusus buat Toprak yang negaranya baru saja dilanda gempa bumi dahsyat. Jadi ini dukungan spesial dari fans asal Indonesia," ujarnya senang.
Guru sekolah menengah pertama di Mataram ini menjadi idola sejak event WSBK pertama dihelat di Indonesia pada 2021. Ada satu momen yang membuatnya menjadi fans pembalap Turki ini.
"Saat menjadi juara dunia, Toprak justru kabur, menghindari pesta sampanye di podium. Sejak itu, saya penasaran dan mencari tahu pembalap dengan No 54 ini," ungkapnya.
Saya kagum kepada Toprak yang menjaga identitasnya sebagai muslim di WSBK, pungkas Sunisa yang tak henti menebar kegembiraannya hari ini.