Pasar Ekspor Bus Laksana Berpeluang Tumbuh gara-gara Ini

Karoseri bus Laksana asal Ungaran, Jawa Tengah, mengincar pertumbuhan pasar ekspor pada tahun ini, setelah pemerintah menerapkan kebijakan standar emisi Euro-4 untuk mesin diesel secara resmi per April lalu.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Pasar Ekspor Bus Laksana Berpeluang Tumbuh gara-gara Ini
Karoseri bus Laksana luncurkan varian dan lini baru pada 2022. ©2022 Merdeka.com

Karoseri bus Laksana asal Ungaran, Jawa Tengah, mengincar pertumbuhan pasar ekspor pada tahun ini, setelah pemerintah menerapkan kebijakan standar emisi Euro-4 untuk mesin diesel secara resmi per April lalu.

Stefan Arman, Technical Director Laksana, mengungkapkan potensi pasar ekspor bus Laksana semakin besar sejak standar emisi Euro-4 mesin diesel diberlakukan. Sebab negara-negara tujuan ekspor bus Laksana sudah menerapkan standar emisi Euro-4, sehingga peluang pasar bus Laksana semakin terbuka.

Saat ini Laksana mengekspor bus ke beberapa negara, seperti Republik Fiji, Bangladesh, dan Timor Leste. Per tahun lalu, Laksana telah memproduksi sekitar 10.000 unit bus dalam kurun waktu 10 tahun terakhir baik untuk pasar domestik maupun luar negeri.

"Kami sedang menjajaki pasar ekspor baru di negara jiran di kawasan Asia Tenggara. Menembus pasar ekspor ini tidaklah mudah, tantangannya adalah kami mesti menawarkan bus berkualitas dan spesifikasi tinggi karena persyaratan dan standar tinggi yang diminta negara tujuan ekspor. Apalagi pengujiannya dilakukan oleh lembaga independen," ujar Stefan menjawab pertanyaan Merdeka.com saat dijumpai di acara peluncuran varian baru dan lini baru di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Laksana sendiri menawarkan produk bus kualitas tinggi untuk pasar ekspor. Komitmen itu diwujudkan dengan menerima beberapa sertifkasi perusahaan, seperti ISO 9001-2008 for Quality Management System, ISO 14004-2004 for Environmental Management System, OHSAS 18001 for Occupational Health and Safety Management Systems-Requirements, dan Mercedes Benz certification for Bus Body Building on the basis of Mercedes-Benz Bus Chassis OH 1518 EIII (2009) and OH 1526 EIII (2010).

Menurut Stefan, rata-rata jumlah unit bus yang diekspor Laksana mencapai 20 unit per tahun. Jumlah ini memang belum besar, tapi seiring penerapan standar emisi Euro-4, diyakini pasar ekspor bus Laksana akan semakin terbuka di masa mendatang.

Merayakan ulang tahun ke-45 yang jatuh pada April lalu, Laksana meluncurkan varian bus terbaru dan lini motorhome pertamanya. Varian bus anyar terdiri atas Bus Suites Combi Family Series, Bus Legacy Panorama, dan Bus Tourista, sementara lini motorhome: Maha Adventure dan Maha Family.

"Misi kami adalah menciptakan kendaraan yang dapat memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para konsumen dengan inovasi modern, futuristik, dan nyaman. Sejalan dengan perjalanan Laksana selama 45 tahun di Indonesia, kami meluncurkan tiga varian bus dan lini baru supaya Laksana selalu relevan untuk melangkah lebih jauh ke depan. Kami percaya inovasi sekecil apa pun berdampak baik pada industri transportasi dan pariwisata demi bangkitnya perekonomian Indonesia," pungkas Stefan.

Rekomendasi