Penjualan mobil di Indonesia pada Maret tahun ini tertinggi dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Pada Maret lalu, wholesales mobil mencapai 98.524 unit, sedangkan penjualan ritelnya 89.811 unit. Artinya volume penjualan tersebut telah mencapai volume penjualan kondisi normal sebelum pandemi.
Per kuartal I tahun ini, volume penjualan mobil mencapai 263.810 unit, tumbuh 41,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) berpendapat hal ini berkat kebijakan Kementerian Perindustrian RI untuk industri otomotif Indonesia terutama relaksasi pajak (PPnBM DTP) yang berhasil menggairahkan pasar dan mendorong tingginya permintaan. Kebijakan tersebut juga menggerakkan kembali UKM industri pendukung otomotif, sehingga secara keseluruhan kebijakan relaksasi pajak mampu menggerakkan ekosistem seluruh lini industri otomotif Indonesia.
“Hasil penjualan kendaraan pada Maret yang mencapai lebih 98 ribu unit, berhasil menyamai angka pencapaian pada kondisi normal, adalah buah dari dukungan dan arahan yang diberikan pemerintah. Kami secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perindustrian atas arahan dan dukungan penuh pada industri otomotif Indonesia lewat kebijakan relaksasi PPnBM DTP yang menjadi alasan utama kenaikan angka penjualan pada kuartal pertama tahun ini,” ujar Yohannes Nangoi, Ketua Umum GAIKINDO, dalam rilisnya, Senin (11/4).
Menurut Nangoi, pihaknya tidak dapat dipungkiri bahwa hasil penjualan kendaraan luar biasa pada Maret lalu tidak lepas dari dorongan dari penyelenggaraan pameran otomotif terbaru dari GAIKINDO, yang fokus pada penjualan: Jakarta Auto Week (JAW) pada 12-21 Maret lalu.
Pameran perdana JAW selama sembilan hari telah mencatat transaksi sangat bagus dan berhasil merealisasikan tujuannya untuk berkontribusi pada pencapaian penjualan industri otomotif pada Maret. Plus keputusan GAIKINDO dan para anggotanya memberikan stimulus untuk mendongkrak penjualan lewat penyelenggaraan pameran adalah tepat dan terbukti efektif.
"Kementerian Perindustrian berharap GAIKINDO dan industri otomotif Indonesia dapat terus menjaga dan mempertahankan pencapaian sangat baik tersebut, dengan memberikan dorongan seperti pameran JAW. Dukungan dan arahan Kementerian Perindustrian agar JAW dapat kembali berkontribusi terhadap pencapaian industri otomotif Indonesia, semakin meningkatkan semangat GAIKINDO untuk menyelenggarakan JAW pada tahun mendatang,” pungkas Nangoi.