Pada 26 Maret 2014, Toyota Indonesia secara resmi mengekspor sedan Vios dalam volume masif ke negara ASEAN dan Timur Tengah. Untuk pasar ekspor tersebut, Toyota menyebutnya sebagai sedan Yaris. Sebelumnya, Toyota juga telah meluncurkan all new Yaris hatchback untuk pasar nasional.
Tahun 2014 ini, Toyota all-new Yaris yang diproduksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memang telah mencakup kandungan lokal sebesar 60 persen, dan pada tahun ini juga, Yaris kembali meramaikan pasar medium hatchback nasional setelah tahun lalu sempat menghilang dikarenakan tidak adanya suplai dari Thailand.
Sejak kemunculannya pada tahun 2006 hingga 2013, Yaris diimpor dari Thailand. "Kini kami bersyukur Toyota Indonesia diberi kepercayaan oleh principal untuk memproduksi Yaris melalui TMMIN. Dan kini, Toyota Indonesia menawarkan pilihan hatchback yang lengkap di semua kelas," ujar Johnny Darmawan, Presiden Direktur Toyota Astra Motor.
Toyota Vios alias Yaris sedan yang diekspor ke 9 negara di Timur Tengah dan beberapa negara di ASEAN ini, tak memiliki perbedaan yang signifikan jika dibandingkan all new Yaris hatchback. "Semuanya hampir sama, yang beda cuma posisi setir di kiri dan tambahan buritan untuk ruang bagasi," tambah Johnny.
Untuk awal, 1.000 unit Yaris sedan siap diekspor per bulannya. "Selanjutnya, akan meningkat setiap bulannya menjadi 3.000 unit," sebut Masahiro Nonami, Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia.
Nonami menambahkan bahwa perjalanan panjang aktivitas ekspor Toyota menunjukan bahwa produk kendaraab buatan Indonesia mampu mendapatkan pengakuan dari pasar internasional.
Sejak aktivitas ekspor perdananya di tahun 1987 hingga tahun 2013, Toyota telah berhasil mengirimkan lebih dari 560.000 unit kendaraan utuh ke mancanegara dengan total nilai sebesar lebih dari USD 11 milyar.
Advertisement
(kpl/tr/fjr)