Advertisement
Baterai lithium ionnya juga dirakit di Karawang 2 dengan komponen lokal hingga 40 persen
Advertisement
Hari ini (7/8), Merdeka.com diajak ke pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Karawang 2 untuk melihat langsung proses produksi All New Yaris Cross termasuk varian hybrid. Pabrik Karawang 2 punya kapasitas produksi 120.000 per tahun. Model Toyota lainnya yang diproduksi di Karawang 2: Yaris, Calya, Veloz, dan Sienta. Yuk kita lihat kecanggihan produksinya yang banyak gunakan robot!
Proses produksi dimulai dari press shop. Di sini material metal yang masih lembaran digambar kemudian ditekan dengan mesin press bertekanan tinggi untuk menghasilkan parts atau beberapa bagian bodi.
Advertisement
Dari press shop, bagian-bagian bodi yang sudah jadi ini dibawa ke welding shop. Untuk disatukan dengan pengelasan yang canggih karena menggunakan robot atau transformer.
Di welding shop, komponen-komponen bodi yang sudah jadi akan disatukan dengan cara dilas. Untuk menciptakan produk berkualitas dan presisi, pengelasan Toyota Yaris Cross menggunakan transformer (robot).
Advertisement
Advertisement
Setelah dari press dan welding shop, kami diajak ke perakitan baterai untuk model hybrid Toyota: Kijang Innova Zenx Hybrid dan Yaris Cross Hybrid. Kedua model HEV ini memakai jenis baterai berbeda: nikel (Zenix) dan lithium-ion (Yaris Cross).
Advertisement
Setiap 200 detik satu baterai keluar dari lini perakitan ini. Baterai yang dirakit di Karawang 2 ini memiliki komponen lokal hingga 40 persen.
Advertisement
Dibangun untuk mendukung lokalisasi Toyota Yaris Cross Hybrid
Setelah mobil selesai dicat, tahap selanjutnya antara lain pemasangan mesin termasuk transmisi depan. Beberapa pekerjaan dilakukan oleh manusia, tapi dibantu dengan mesin juga.
Advertisement
Menurut Nandi Julyanto, Presdir TMMIN, setiap hari kami menerima 3.000 parts yang berasal dari 200 pemasok lokal dan asing. Datangnya bersamaan, sehingga mesti dikelola dengan baik. "Kami melakukan otomatisasi hati-hati, karena pemanfaatan robot sebagai alat, bukan tujuan. Apalagi otomatisasi membutuhkan kesiapan SDM. sebab robot yang mogok bisa mencapai 2 pekan untuk perbaikannyanya," ujar Nandi di Karawang, Senin (7/8).
Menurut Nandi, bagian pengecatan otomatisasi atau penggunaan robot mencapai 90 persen. Sedangkan pengelasan 40 persen
Bagian assembly atau perakitan penggunaan robotnya baru 10 persen.
Advertisement
Setelah mobil rampung produksinya, menuju lini pengecekan. Semua aspek dicek/tes: lampu, sistem kelistrikan, kekedapan kabin, kebocoran atap, hingga bagian bawah bodi --dilakukan oleh teknologi AI.
Di pabrik Karawang 2, produksi Toyota Yaris Cross, selain untuk pasar domestik juga untuk pasar ekspor (setir kiri).
Advertisement
Bila hasil pengecekan ditemukan problem, unitnya dicek kembali secara detail untuk ditemukan masalahnya dan diselesaikan.
Investasi produksi Yaris Cross mencapai Rp 2,5 triliun termasuk untuk pembuatan lini perakitan baterai untuk model hybrid. Saat ini TMMIN baru mampu memproduksi Yaris Cross sekitar 70 persen terhadap permintaan per bulan. Total komponen lokal di Yaris Cross adalah 80 persen.