Kementerian Perindustrian mendorong kenaikan ekspor produk otomotif Indonesia ke pasar global. Terutama untuk kendaraan model sedan dan sport utility vehicle (SUV).
Meski Indonesia dikenal sebagai basis produksi model multipurpose vehicle (MPV), truk, dan pick-up untuk pasar domestik dan Asia Tenggara.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, untuk mencapai rencana tersebut, pihaknya dan pemangku kepentingan terkait sedang menyusun roadmap atau Peta Jalan pengembangan industri untuk mendorong pengembangan kendaraan rendah emisi atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Roadmap ini dimulai dengan program Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) dan kendaraan berbasis energi listrik.
Dari roadmap tersebut, pada 2025 pemerintah menargetkan 20 persen dari kendaraan yang diproduksi di Indonesia adalah kendaraan ramah lingkungan (LCEV), termasuk kendaraan listrik. Pemerintah juga menyiapkan insentif yang dapat dimanfaatkan, antara lain tax allowance, Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), kemudahan importasi menggunakan skema CKD-IKD, dan rencana insentif potongan penghasilan kena pajak untuk perusahaan yang melakukan kegiatan vokasi untuk meningkatkan kemampuan SDM. Serta pemberian super tax deduction untuk industri yang melakukan kegiatan riset dan pengembangan (R&D).
"Dengan regulasi pemerintah yang efektif, penambahan investasi baru dan perluasan, serta adopsi teknologi terkini, diharapkan dapat tercipta iklim usaha yang kondusif untuk merealisasikan target produksi 1,5 juta unit pada 2020," ujar Menteri Airlangga di sela pembukaan pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/4).
Pada kesempatan tersebut, Menteri Airlangga juga melaporkan perkembangan industri otomotif nasional. Kata dia, industri otomotif Indonesia tumbuh cukup pesat dengan kontribusi signifikan pada perekonomian nasional.
Ini dapat dilihat dari angka produksi kendaraan bermotor roda empat yang meningkat dari 1,177 juta unit pada 2016 menjadi 1,216 juta unit pada 2017. Peningkatan juga terjadi di kegiatan ekspor unit kendaraan utuh (CBU) sebanyak 231 ribu unit dan komponen sebanyak 81 juta pieces di tahun lalu, naik dari 194 ribu unit CBU dan 6,2 juta pieces komponen di tahun sebelumnya.
Sektor ini juga memberikan kesempatan kerja kepada lebih dari 1,5 juta orang. Mereka terdistribusi pada berbagai lapangan kerja mulai dari industri perakitan, industri komponen lapis pertama, kedua dan ketiga, sampai tenaga kerja di tingkat bengkel resmi, sales, service dan spare parts.