Jetour T2 Memperkenalkan Diri Pertama Kali di Malaysia Autoshow 2025, Bakal Diproduksi di Indonesia?

Jetour T2 tampil di Malaysia Autoshow 2025, bawa mesin 2.0T AWD dan siap dirakit lokal oleh Berjaya Assembly.

Mochamad Rizal Ahba Ohorella
Jetour T2 Memperkenalkan Diri Pertama Kali di Malaysia Autoshow 2025, Bakal Diproduksi di Indonesia?
Jetour T2 Dark Warrior. (Oto.com) (@ 2024 otosia.com)

Jetour T2, sebuah SUV tangguh yang berasal dari China, pertama kali diperkenalkan di Malaysia Autoshow 2025. Kendaraan ini menjadi salah satu model unggulan yang disiapkan oleh Jetour untuk pasar Malaysia. Kehadirannya langsung menarik perhatian berkat desain yang maskulin dan performa mesin yang mengesankan.

SUV ini mewarisi teknologi dari Chery, karena dilengkapi dengan mesin turbo 2.0 liter yang sama dengan Chery Tiggo 8 Pro. Mesin ini mampu memproduksi tenaga sebesar 254 PS dan torsi 390 Nm, serta dipadukan dengan transmisi otomatis kopling ganda 7 percepatan (7DCT). Kombinasi ini memberikan performa yang tinggi sekaligus efisiensi yang baik untuk SUV dalam kelasnya.

Selain performa mesin, Jetour T2 juga dilengkapi dengan sistem penggerak semua roda (AWD) yang semakin menegaskan karakter off-road-nya. Kendaraan ini memiliki tampilan mencolok dengan desain kotak dan tailgate belakang yang dilengkapi penutup ban cadangan—memberikannya kesan yang lebih mirip dengan Ford Bronco Sport dibandingkan SUV urban biasa.

Peluncuran Jetour T2 di Malaysia Autoshow 2025 bukan sekadar acara pameran, melainkan juga merupakan indikasi kuat bahwa SUV ini akan segera tersedia di pasaran. Jetour Malaysia merencanakan T2 sebagai salah satu dari dua model yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, bersamaan dengan model listrik eVT5. Menariknya, T2 diperkirakan akan hadir lebih awal dibandingkan dengan versi yang lebih kecil, Jetour T1.

Prospek SUV ini semakin menarik dengan adanya rencana perakitan lokal di Malaysia. Kevin Xu, Wakil Presiden Jetour Auto International, mengungkapkan bahwa semua model Jetour yang masuk ke Malaysia akan dirakit secara lokal atau CKD (Completely Knocked Down). Ini termasuk Jetour T2, yang akan diproduksi oleh mitra lokal Jetour, Berjaya Assembly.

Langkah ini tentunya merupakan strategi krusial untuk menekan harga jual agar lebih kompetitif di pasar domestik. Jika benar-benar dirakit di Malaysia, T2 dapat menjadi pilihan yang lebih terjangkau dibandingkan pesaingnya dari China, seperti GWM Tank 300 yang dijual dengan harga RM250 ribu karena masih berstatus CBU (Completely Built-Up).

Jetour T2 sudah lama berkiprah di industri otomotif China. SUV ini berhasil mencatat penjualan yang mengesankan dengan rata-rata 15.000 unit setiap bulannya. Angka ini dua kali lipat dari penjualan GWM Tank 300, yang merupakan pesaing sekelasnya dalam segmen SUV berbodi kotak.

Ketertarikan terhadap Jetour T2 di China menunjukkan bahwa kendaraan ini tidak hanya memiliki penampilan yang gagah, tetapi juga sangat diminati oleh konsumen. Dengan desain kotaknya, fitur yang lengkap, dan harga yang bersaing, T2 telah menjadi pemimpin di pasar SUV off-road urban di negara asalnya. Dengan pencapaian tersebut, Jetour T2 memiliki potensi besar untuk meraih sukses di pasar Asia Tenggara, termasuk di Malaysia.

Apabila strategi lokal Jetour berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin T2 akan menjadi SUV pilihan baru di Malaysia. Pasar SUV tangguh di negara tetangga tersebut sedang berkembang, dan T2 dapat mengisi celah antara SUV premium dan model-model tangguh dengan harga tinggi seperti Jeep dan Ford Bronco.

Rekomendasi