Ferrari sedang mempersiapkan peluncuran mobil listrik pertamanya yang dinamai Elettrica. Untuk mempertahankan sensasi berkendara yang menjadi ciri khas pabrikan mobil super asal Italia ini, mereka juga mengajukan dua paten baru, yaitu sistem transmisi virtual dan perangkat suara mesin buatan.
Menurut informasi dari Carscoops, sistem transmisi virtual dirancang untuk meniru perpindahan gigi pada mobil bermesin konvensional. Dengan memanfaatkan motor listrik, sistem ini dapat mensimulasikan perubahan torsi layaknya transmisi tradisional.
Pengemudi memiliki opsi untuk mengoperasikannya melalui paddle shift, atau sistem ini juga dapat berfungsi secara otomatis berdasarkan input dari pedal gas dan rem.
Selain itu, Ferrari mengungkapkan bahwa perpindahan gigi virtual ini dapat dilakukan dalam rentang waktu antara 200 hingga 600 milidetik. Teknologi lainnya yang sedang dikembangkan oleh Ferrari adalah perangkat suara yang dapat meniru raungan mesin pembakaran internal.
Perangkat ini berfungsi bersamaan dengan sistem gigi virtual untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih memuaskan. Pengajuan dua hak paten ini menunjukkan komitmen Ferrari untuk mempertahankan identitas mereknya di tengah era elektrifikasi.
Dengan menggabungkan teknologi mutakhir dan elemen emosional, Ferrari berharap dapat memenuhi harapan para penggemarnya yang setia.
Ferrari Elettrica diperkirakan akan meluncur pada bulan Oktober tahun ini dan akan hadir dalam bentuk sebuah hatchback crossover. Dengan inovasi ini, Ferrari ingin menunjukkan bahwa peralihan menuju kendaraan listrik tidak perlu mengorbankan pengalaman berkendara yang mendalam.
Sebelumnya, Hyundai telah memperkenalkan teknologi serupa pada Ioniq 5 N, dan kini Ferrari mengikuti langkah tersebut untuk menjaga warisan serta karakteristik uniknya di dunia otomotif yang terus berkembang.
Advertisement
Ferrari semakin mendekati peluncuran mobil listrik pertamanya. Baru-baru ini, sebuah prototipe kendaraan bertenaga baterai dari produsen asal Italia ini terlihat sedang mengisi daya.
Dari foto yang beredar, terlihat bahwa mobil listrik Ferrari ini tetap mengusung ciri khas pabrikan kuda jingkrak, dengan desain lampu depan yang tajam dan garis bodi aerodinamis yang mencolok.
Namun, ada elemen modern yang menunjukkan bahwa kendaraan ini bukan sekadar pengganti mesin pembakaran konvensional. Dengan desain yang ramping, kendaraan ini pasti akan menarik perhatian para penggemar supercar di seluruh dunia.
Disitat dari Carscoops, meskipun belum ada rincian dan spesifikasi resmi yang dirilis, banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa mobil listrik Ferrari ini akan menawarkan performa kelas atas, sebanding dengan jajaran mobil sport Ferrari lainnya.
Dengan teknologi baterai terkini, mobil ini diperkirakan dapat memberikan akselerasi yang mengesankan dan jangkauan yang cukup untuk penggunaan sehari-hari. Berdasarkan informasi yang beredar, harga untuk mobil listrik Ferrari ini bisa mencapai Rp 3,1 miliar hingga Rp 4,6 miliar.
Harga ini tentu saja sesuai dengan harapan konsumen yang menginginkan mobil listrik bertenaga luar biasa dari Ferrari.
Pengamatan lebih lanjut terhadap prototipe ini menunjukkan bahwa Ferrari tidak hanya fokus pada performa, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan.
Dengan beralih ke kendaraan listrik, Ferrari berusaha memenuhi tuntutan keberlanjutan di industri otomotif yang semakin berkembang.