40 Tahun Honda di Balap Indonesia: Tancap Gas Menuju Era Baru di Mandalika

Dalam perayaan 40 tahun kiprah Honda di dunia balap Tanah Air, pabrikan berlambang H tegak ini tak hanya menoleh ke masa lalu, tetapi juga menatap masa depan.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
40 Tahun Honda di Balap Indonesia: Tancap Gas Menuju Era Baru di Mandalika
40 Tahun Honda di Balap Indonesia: Tancap Gas Menuju Era Baru di Mandalika (Merdeka.com)

Tahun 2025 menjadi babak baru yang sarat makna bagi Honda Racing Indonesia (HRI). Dalam perayaan 40 tahun kiprah Honda di dunia balap Tanah Air, pabrikan berlambang H tegak ini tak hanya menoleh ke masa lalu, tetapi juga menatap masa depan dengan langkah strategis: tampil penuh di Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2025 dan seluruh putaran Kejuaraan Nasional Balap Mobil.

Ajang MFoS yang akan digelar pada 19–20 Juli di Pertamina Mandalika International Circuit menjadi lebih dari sekadar panggung balap. Ia menjadi simbol transisi penting bagi Honda, dari lintasan lama yang penuh sejarah ke rumah baru motorsport Indonesia—Mandalika.

Jejak Honda di dunia balap Indonesia dimulai sejak era jalan raya Ancol pada 1970-an. Nama HRI kemudian terus mengisi catatan penting motorsport nasional: dari keikutsertaan di sirkuit BSD (2017–2019), dominasi Sentul hingga 2024, dan kini, memusatkan pergerakan di sirkuit Mandalika.

Keterlibatan penuh di MFoS 2025 bukan sekadar selebrasi empat dekade, melainkan juga manifestasi dari komitmen jangka panjang Honda untuk menjadi bagian dari transformasi motorsport Indonesia—ke arah yang lebih kompetitif, profesional, dan inklusif.

Sirkuit Mandalika dikenal dengan karakter teknis yang kompleks. Menjawab tantangan itu, HRI hadir dengan strategi matang: mulai dari pengembangan setup mobil yang lebih agresif, pemanfaatan data dan simulasi performa, hingga pembentukan formasi pembalap lintas generasi.

  1. Andri Abirezky di kelas ITCR 1200 (Honda Brio)
  2. Avila Bahar di kelas ITCR 1200 & ITCR 1500 (Honda Brio & Honda City Hatchback RS)
  3. Alvin Bahar di kelas ITCR 3600 (Honda Civic Type R)

“Setelah bertahun-tahun di Sentul, beradaptasi dengan karakter baru Mandalika menjadi tantangan tersendiri. Tapi kami siap. Dengan pengalaman tim dan performa mobil Honda yang telah teruji, kami optimistis tampil konsisten dan kompetitif sepanjang musim,” ujar Alvin Bahar, Direktur Honda Racing Indonesia.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan dan semangat kompetisi, HRI memperkenalkan livery baru pada seluruh mobil balapnya. Terinspirasi dari desain mobil Formula 1 Honda tahun 1964–1968, warna putih dan merah kembali mendominasi, menyimbolkan keberanian, performa tinggi, dan semangat nasionalisme.

Logo khusus “40th Years Honda in Indonesia Motorsport” disematkan sebagai penanda perjalanan panjang sekaligus komitmen terhadap masa depan motorsport Indonesia.

Mandalika Festival of Speed 2025 bukan hanya tentang kecepatan. Ajang ini juga memadukan balap mobil dan motor dengan hiburan, seni, dan ekonomi kreatif lokal. Dengan empat putaran balapan dan menjadi tuan rumah enam seri Kejurnas, MFoS menjadi panggung nasional yang penting dalam membangun ekosistem motorsport yang utuh dan berkelanjutan.

“Partisipasi penuh kami di MFoS ini bukan hanya milestone bagi Honda Racing Indonesia, tapi juga bukti nyata bahwa mobil Honda mampu tampil prima di kondisi balap sesungguhnya,” kata Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor.

Empat puluh tahun adalah tonggak. Tapi bagi Honda, itu bukan garis akhir—melainkan titik lompatan menuju masa depan motorsport yang lebih cerah. Melalui regenerasi pembalap, inovasi teknis, dan dukungan penuh terhadap ajang-ajang nasional, HRI berkomitmen untuk terus menjadi pelopor di lintasan dan di balik layar.

Dengan semangat yang terus menyala, Honda Racing Indonesia tidak hanya menorehkan sejarah, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai motor penggerak transformasi motorsport Indonesia—lebih kompetitif, inklusif, dan mendunia.

Rekomendasi