Belum Banyak Diketahui Orang, Bunyikan Klakson Ada Aturannya

Penggunaan klakson tidak boleh sembarangan karena terdapat aturan yang mengatur. Setiap bunyi klakson memiliki makna yang berbeda.

Muhamad Ridwan
Oleh Muhamad Ridwan - Reporter
Belum Banyak Diketahui Orang, Bunyikan Klakson Ada Aturannya
Suara klakson tidak boleh terlalu keras hingga mengganggu kenyamanan di jalan (Qoala) (© 2025 Liputan6.com)

Klakson bukan hanya sekadar tombol kecil yang bisa sembarangan ditekan. Lebih dari itu, klakson berfungsi sebagai alat komunikasi antara pengguna jalan untuk memberikan tanda keberadaan atau peringatan.

Sayangnya, masih banyak pengendara yang menggunakan klakson dengan cara yang tidak tepat, sehingga menimbulkan kebisingan dan berisiko memicu emosi orang lain.

Menurut informasi yang dirilis oleh Suzuki pada Senin (1/9), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengatur penggunaan klakson secara resmi melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 69.

Dalam peraturan tersebut, dinyatakan bahwa tingkat kebisingan klakson harus berada dalam rentang 83 hingga 118 desibel.

Ini menunjukkan bahwa tidak hanya cara penggunaannya yang harus bijak, tetapi juga suara klakson tidak boleh terlalu keras hingga mengganggu kenyamanan di jalan.

Makna Bunyi Klakson yang Harus Diketahui

Bunyi klakson ternyata memiliki arti tertentu yang sebaiknya dipahami oleh setiap pengendara:

  1. Satu kali bunyi: biasanya digunakan sebagai tanda sapaan atau sekadar untuk memberi tahu keberadaan.
  2. Dua kali bunyi: sering diartikan sebagai panggilan, permintaan perhatian, atau ucapan terima kasih setelah menyalip kendaraan lain.
  3. Bunyi panjang tanpa henti: dianggap tidak sopan, dapat menimbulkan polusi suara, dan berpotensi memicu konflik dengan pengguna jalan lainnya.

Penggunaan klakson sebaiknya dilakukan dengan bijak, terutama saat melewati persimpangan yang memiliki jarak pandang terbatas, ketika ada kendaraan lain yang berpindah jalur secara tiba-tiba, atau saat memberikan peringatan dalam situasi yang berpotensi berbahaya.

Hindari menekan klakson secara berlebihan di jalan yang padat, terutama hanya untuk mengekspresikan emosi. Klakson berfungsi sebagai alat komunikasi yang penting, sehingga penggunaannya harus dilakukan dengan bijak.

Jangan sampai klakson digunakan untuk mengintimidasi atau menekan pengendara lain.

Gunakan klakson hanya ketika diperlukan, sesuai dengan etika berkendara, dan tetap patuhi peraturan yang ada.

Dengan begitu, perjalanan akan menjadi lebih aman dan nyaman, serta mencegah terjadinya masalah baru di jalan raya.

Ingatlah bahwa penggunaan klakson yang tepat dapat membantu menciptakan suasana berkendara yang lebih harmonis dan mengurangi risiko kecelakaan.

Dengan mengedepankan kesadaran dan tanggung jawab, kita semua dapat berkontribusi pada keselamatan di jalan.

Rekomendasi