Kejutan dan drama di Formula 1 Spanyol 2016

Ada rekor baru yang dipecahkan anak berusia 18 tahun di lomba akhir pekan kemarin.

Tim Merdeka
Oleh Tim Merdeka - Reporter
Kejutan dan drama di Formula 1 Spanyol 2016
Formula 1 Spanyol 2016. Crash.net

Formula 1 di GP Spanyol akhir pekan kemarin membawa kejutan dan drama di sepanjang jalannya balap sebanyak 66 putaran.

Tiga tikungan selepas start, duet Mercedes yang jadi unggulan juara justru mengalami insiden tabrakan. Lewis Hamilton dan Nico Rosberg yang berebut posisi pertama justru mengakhiri balap di gravel tikungan keempat sirkuit Catalunya Spanyol.

Duo Mercedes gagal finis

Hamilton dan Rosberg memang jadi senjata mematikan di ajang Formula 1. Keduanya memang terbukti selalu jadi penantang utama gelar juara dunia di tiga musim terakhir.

Namun, hal ini juga jadi senjata mematikan bagi Mercedes. Rivalitas keduanya memang tak terhindarkan, terlebih Mercedes tak menerapkan sistem pembalap pertama atau kedua. Porsi yang sama membuat Rosberg dan Hamilton bisa bertarung bebas di atas lintasan.

Jika nasib apes datang, maka tabrakan antar keduanya lah yang terjadi seperti di GP Spanyol kemarin.

Rosberg yang salah memilih mode balap membuat mobilnya ngempos atau kehilangan tenaga selepas tikungan kedua. Selisih output tenaga lebih dari 100HP dibanding mobil Hamilton membuat pembalap asal Inggris ini bisa menempel Rosberg jelang tikungan ketiga.

Melihat celah di sisi dalam, Hamilton memutuskan untuk mengambil Rosberg. Rosberg yang melakukan gerakan defensive justru membuat Hamilton melebar ke luar lintasan.

Kehilangan traksi ban di atas rumput, Hamilton pun tak bisa mengendalikan laju mobilnya hingga akhirnya melintir dan menabrak Rosberg di tikungan keempat.

Selepas balap, bos tim Mercedes, Toto Wolf menyebutkan jika insiden antara Hamilton dan Rosberg merupakan insiden balap tak bisa menyalahkan salah satu pihak. Sementara Rosberg dan Hamilton sama-sama mengklaim jika aksi mereka di lintasan kemarin tak melanggar aturan.

"Nico berada dalam mode mesin yang salah dan dia melambat, dan saya tidak, saya mendekat dengan kecepatan yang bagus. Saya melihat celah dan saya mengambilnya dan itulah yang pembalap lakukan." ungkap Hamilton.

Di lain pihak, Rosberg sedikit mengkritik overtake Hamilton. "Saya menutup jalur balap ketika ada kesempatan. Saya bergeser ke jalur dalam untuk memastikan bahwa dia (Hamilton) tahu tidak akan ada ruang. Saya sangat terkejut melihatnya tetap memaksa masuk. Dan terjadilah, kemudian kami berada di gravel." kata Rosberg.

Akibat insiden ini, baik Hamilton dan Rosberg kehilangan peluang mendapatkan 25 poin. Sementara Mercedes harus merelakan kesempatan menambah 43 poin maksimal di klasemen konstruktor.

Mengejutkannya lagi, balap tanpa duo Mercedes ini dimenangkan Max Verstappen. Pembalap 18 tahun yang baru dipromosikan ke tim Red bull Racing ini langsung menunjukkan potensinya sebagai juara dunia di balap debutnya dengan tim pimpinan Christian Horner.

Verstappen jadi juara termuda di ajang Formula 1

Verstappen yang memulai balap dari posisi keempat langsung berada di belakang Ricciardo yang memimpin balap selepas insiden antara Rosberg dan Hamilton.

Berkat strategi dua pit stop memanfaatkan ban medium di 31 lap tersisa, Verstappen pun bisa memimpin balap sejak tengah balap.

Usia yang muda, keterbatasannya dalam mengenal karakter RB12, hingga sorotan media yang luar biasa selepas dipromosikan ke tim papan atas tak membuat Verstappen gugup.

Bahkan, Verstappen bisa menghadang perlawanan pembalap senior Kimi Raikkonen selama kurang lebih 20 lap.

Berhasil menjadi pembalap pertama yang melintasi garis finis membuat Max Verstappen mencetak rekor dengan menjadi pembalap termuda yang memenangi balap Formula 1. Pembalap asal Belanda ini memenangi seri Formula 1 di usia 18 tahun 227 hari.

"Sungguh luar biasa. Saya tidak percaya bahwa saya memimpin lomba, hari ini semuanya berjalan baik ... Tidak dapat dipercaya." ujar Verstappen.

Selain itu, Verstappen juga menjadi satu-satunya pembalap asal Belanda yang berhasil memimpin jalannya balap Formula 1 dan jadi juara seri Formula 1.

Ferrari sia-siakan peluang

Ferrari yang digadang-gadang bakal bisa tampil impresif di GP Spanyol untuk memperebutkan gelar juara seri justru tampil biasa-biasa saja.

Bahkan peluang terbuka meraih juara setelah duo Mercedes terlibat insiden di lap pertama tak bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Sebastian Vettel yang diprediksi banyak orang mampu jadi juara selepas Hamilton dan Rosberg gagal finis, hanya mampu finis diurutan ketiga karena strategi pitstop yang salah.

"Saya punya harapan yang tinggi setelah duo Mercedes bertabrakan, tentu targetnya adalah memenangkan balapan. Kami (Ferrari) mencoba segalanya, kami membagi strategi tapi jelas di sisi saya, strategi (3 pit stop) itu membuat saya terpuruk di belakang." kata Vettel.

Sedangkan Raikkonen yang menerapkan strategi dua kali pit stop (sama dengan Verstappen), gagal mengambil alih pimpinan lomba. Padahal Raikkonen berhasil membuntuti Verstappen di 15 lap akhir dengan jarak di bawah 1 detik.

"Saya bisa menempel dia (Verstappen) tapi tidak terlalu dekat untuk melakukan manuver. Selalu mengecewakan ketika bisa sedekat ini dengan kemenangan tapi gagal meraihnya." ujar Raikkonen.

Rio Haryanto finis di urutan 17

Sementara itu, Rio Haryanto gagal tampil impresif di GP Spanyol. Rio sendiri sempat menunjukkan kecepatan yang bagus di sesi latihan bebas dengan adanya beberapa upgrade di mobil MRT05. Akan tetapi, di balap hari Minggu, Rio justru lebih banyak berkutat di urutan paling belakang. Bahkan, Rio dan Wehrlein di-overtake para pembalap terdepan dan finis dengan selisih 1 lap dari pembalap tiga besar.

Rekomendasi