Sungguh tak sia-sia Suzuki pilih Maverick Vinales

Kevin Schwantz berpendapat bahwa tak sia-sia bagi Suzuki Ecstar memilih Maverick Vinales untuk turun pertama kali di MotoGP musim ini sejak vakum pada akhir 2011.

Otosia.com
Oleh Otosia.com - Reporter
Sungguh tak sia-sia Suzuki pilih Maverick Vinales
Maverick Vinales (c) AFP

Juara dunia GP500 1993 sekaligus legenda MotoGP, Kevin Schwantz berpendapat bahwa tak sia-sia bagi Suzuki Ecstar memilih Maverick Vinales untuk turun pertama kali di MotoGP musim ini sejak vakum pada akhir 2011. Menurutnya, Vinales beradaptasi dengan baik bersama motor GSX-RR miliknya.

Schwantz mengaku sempat ragu pada Vinales, mengingat jam terbangnya yang belum terlalu tinggi. Setelah menjuarai Moto3 2013, Vinales hanya turun setahun di Moto2 dengan menduduki peringkat ketiga di klasemen akhir pebalap. Berkat prestasi gemilang ini, Vinales direkrut oleh Suzuki dan ditandemkan dengan Aleix Espargaro.

Maverick Vinales (c) AFP
Maverick Vinales (c) AFP

"Saat Suzuki memilih Maverick, saya cukup cemas. Mereka menggaet pebalap berusia 20 tahun yang tak pernah mengendarai motor MotoGP, padahal mereka juga tim baru. Apalagi mereka menandemkan Maverick dengan Aleix, yang juga relatif masih muda namun performanya belum terbukti jelas," ujar Schwantz kepada Motorsport.

Meski begitu, keraguan Schwantz hilang dengan mengamati kinerja Vinales tahun ini. Nyaris sepanjang musim, pebalap Spanyol ini lebih konsisten dari Espargaro, meski akhirnya kalah. Vinales menyabet gelar debutan terbaik dengan menduduki peringkat ke-12 pada klasemen pebalap, hanya tertinggal delapan poin dari Espargaro di peringkat ke-11.

"Kini saya menyadari mereka pilihan yang sangat bagus dan mereka bekerja dengan baik. Maverick sangat baik dalam beradaptasi dengan MotoGP. Saya rasa ia akan menjadi bintang di masa depan. Entah apakah itu akan terjadi saat ia membela Suzuki. Yang jelas, ini akan jadi masalah bagi mereka, yakni harus berusaha membuatnya bertahan," tutup pria asal Texas ini.

(kpl/kny)
Rekomendasi