Insiden yang melibatkan Marc marquez dan Valentino Rossi di MotoGP Sepang, Malaysia memang menimbulkan banyak pertanyaan yang belum terjawab hingga saat ini.
Duel Rossi dan Marquez dari lap awal hingga akhirnya keduanya bersenggolan di lap ke-7 tepatnya di tikungan 14 berimbas panjang. Marquez yang jatuh dan tak mendapat poin sama sekali langsung melakukan protes. Sedangkan Rossi yang berhasil finis di urutan ketiga harus menerima hukuman dari Race Direction sebanyak tiga poin penalti yang membuatnya harus start dari posisi paling belakang di GP Valencia yang jadi seri pamungkas musim ini.
Banyak fans dan pengamat yang mempertanyakan apa motif Marquez begitu ngotot bertarung dengan Rossi di GP Malaysia untuk memperebutkan posisi ketiga. Beberapa opini juga mempertanyakan mengapa Marquez bisa dengan mudah disalip Lorenzo tanpa melakukan aksi lawan balik sengit seperti yang dia lakukan pada Valentino Rossi.
Motif balas dendam Marquez ke Rossi menyeruak lebih awal setelah balap usai. Hal ini didukung dengan pernyataan Rossi di sesi interview hari Kamis jelang free paractice GP Sepang. Saat itu, Rossi secara gamblang menyebut Marquez sengaja bermain-main dengannya dan Iannone untuk membantu Lorenzo di GP Australia.
Namun, adanya nation order kini santer menyeruak setelah banyak pihak yang berkecimpung di MotoGP yang berasal dari Spanyol ikut 'cawe-cawe' atas insiden Rossi-Marquez di MotoGP Sepang, Malaysia.
Adanya tujuan tersembunyi berupa dukungan Marquez dan beberapa pihak dari Spanyol di MotoGP ke Lorenzo ini juga diungkapkan ayah Valentino Rossi, Graziano Rossi kepada media Italia, La Stampa.
"Penyelenggara olahraga ini (Dorna) adalah orang Spanyol, dan mereka membiarkan Marquez terus menghalangi Valentino seperti yang dia lakukan di Australia. Ini masalah yang sangat serius." ungkap Graziano.
"Di Australia Marc Marquez memiliki dua tujuan, mencoba untuk menang dan membuat Rossi tak memenangi GP. Anak saya telah melaporkan tindakan Marquez (di sesi interview hari Kamis di GP Malaysia), tetapi penyelenggara (MotoGP) mengabaikannya." tambahnya.
Advertisement
Tak hanya bentuk dukungan dari Marquez, yang notabene sesama pembalap Spanyol, yang ditujukan ke Lorenzo. Sponsor utama tim Honda yaitu Repsol juga mengecam tindakan Valentino Rossi dan mengancam mundur dari MotoGP jika hal seperti ini kembali terulang tanpa hukuman yang berat.
"Pada lap ketujuh lomba, dengan Marquez dan Rossi berjibaku dalam perebutan tempat ketiga yang melibatkan beberapa aksi salip menyalip antara keduanya, Pembalap Italia (Valentino Rossi)- tindakannya benar-benar disengaja - berupa tendangan ke pembalap Repsol Honda yang membuatnya tersungkur ke aspal." ungkap pihak Repsol dalam pernyataan resminya.
"Meskipun Marquez berhasil selamat tanpa cedera dari serangan (Rossi), bagi kami (Repsol) tindakan Rossi ini benar-benar tidak dapat diterima karena sudah direncanakan dan sangat tak sportif serta mengancam keselamatan pembalap Repsol Honda. Repsol menganggap ini sebuah tindakan tidak sportif yang tidak sesuai dengan nilai-nilai olahraga dan kompetisi. Repsol sangat menyayangkan bahwa situasi seperti itu yang terjadi di Sepang. Padahal perusahaan kami merasa bangga dengan nilai olahraga seperti pertemanan, unsur kompetitif dan komitmen dari para pembalap. Tanpa nilai-nilai itu, tidak ada alasan bagi Repsol untuk tetap berpartisipasi dalam olahraga (MotoGP) sebagai sponsor." tambah pihak Repsol dalam pernyataan resminya.
Selain itu, aksi berlebihan dari Jorge Lorenzo yang mengecam tindakan Rossi ke Marc Marquez hingga melakukan protes atas hukuman Rossi ke ruang Race Director juga dinilai sebagian pengamat merupakan hal yang aneh. Terlebih Lorenzo tak terlibat sama sekali dalam insiden tersebut. Apalagi jika menengok hubungan Lorenzo dan Marquez yang sebelumnya dingin-dingin saja, namun kini Lorenzo menjadi lebih reaktif dengan apa yang terjadi dengan duel Marquez dan Rossi di lintasan.
Tak pelak, isu nation order kini makin menghangat terlebih seri pamungkas MotoGP musim ini bakal digelar di Valencia, Spanyol, yang jadi kandang bagi Jorge Lorenzo dan Marc Marquez. Hingga kini pun media massa dari dua negara, Italia dan Spanyol, juga saling melempar pembelaan bagi pembalap asal negaranya.
Jadi benarkah ada konspirasi Spanyol untuk jegal Rossi raih gelar juara dunia di musim ini? Bagaimana menurut Anda?