"Kita membuka pelayanan peti mati begini sebenarnya untuk membantu juga. Kalau ada keluarga atau teman yang meninggal pasti pusing, aduh bagaimana nih, mau mengurus pasti bingung kan," ujar Vicielia anak pemilik Toko Usaha Ibu saat berbincang dengan merdeka.com pekan lalu. Dia pun tak menampik, usahanya juga mencari keuntungan, namun yang terpenting adalah membantu sesama dalam suasana duka. "Jadi kita sekalian pelayanan juga membantu meringankan beban mereka juga sih. Dan namanya usaha kan enggak munafik pasti cari keuntungan kan. Yah gitulah, Mas," katanya.Toko Usaha Ibu merupakan salah satu dari beberapa penjual peti mati di wilayah Kota Tangerang. Usaha sudah turun temurun ini kini diteruskan oleh generasi ketiga. Dalam menjalankan usahanya Vicielia pun menjelaskan, jika keluarganya tetap mengedepankan nilai-nilai sosial. Meski paket peti dijual di tokonya berharga puluhan juta rupiah, mereka juga tak segan-segan membantu keluarga yang tak sanggup membeli peti jenazah. "Kalau ada keluarga yang tidak sanggup biasanya kita bantu," katanya.Usaha peti mati memang tak banyak digeluti kebanyakan orang. Apalagi penggunaan peti mati juga dibeberapa tempat juga tidak menjadi keharusan. Namun menurut Yuliana, generasi ketiga penerus Toko Usaha Ibu usaha menjual peti mati ini memang usaha turunan dari keluarga suaminya, Harto. Menjual peti mati, memang tak seperti memperdagangkan makanan. Usaha dijalani oleh Toko Usaha Ibu ini bisa dibilang tak semulus dibayangkan. Ada saatnya barang dagangan mereka, yaitu peti jenazah tak terjual sama sekali. Jika sudah begitu, Yuliana mengaku hanya sabar menunggu. "Kendalanya kalau lagi kosong, orang kan tidak mau meninggal," kata Yuliana. Namun dia mengaku senang menjalani usaha ini sebab banyak memberikan bantuan kepada orang lain yang sedang berduka. Apalagi bisnis ini pun juga membawa berkah bagi keluarganya. Tak jarang ia mendapatkan kemudahan di setiap usahanya. "Aku merasa semua dihadapi dipermudah. Namanya pelayanan begini harusnya kita senang. Kalau ada yang tidak mampu ya kita bantu nol persen tidak bayar. Semuanya diberi kemudahan," tutur Yuliana. Senada dengan Yuliana, Liana, pemilik toko menjual peti mati di wilayah Cengkareng juga mengatakan, menggeluti bisnis ini memang bukan hanya mencari keuntungan semata. Jika sedang sepi pembeli, Liana pun mengaku menyumbangkan barang dagangannya berupa peti mati kepada keluarga sedang dirundung duka. "Kalau tidak ada yang mampu beli peti ya kita sumbangkan," Kata Liana saat berbincang dengan merdeka.com, kemarin.