CEK FAKTA: Hoaks Video Pemakaman dengan Kondisi Peti Mati Kosong

Informasi pemakaman dengan peti mati kosong adalah hoaks. Salah satu warga memeriksa peti mati. Dia menemukan jenazah ada dalam peti.

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
CEK FAKTA: Hoaks Video Pemakaman dengan Kondisi Peti Mati Kosong
Pemakaman Korban Covid-10 di TPU Rorotan. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Sebuah video merekam sejumlah orang mengenakan hazmat diduga sedang bersiap melakukan proses pemakaman dan beredar di media sosial. Pengunggah video mencurigai peti yang terekam dalam video itu tidak berisi jenazah alias kosong.

"Pada tanggan 14 Juni, Ugandans melihat sesuatu yang mencurigakan tentang pemakaman KOV!D. Mereka membuka peti mati dan menemukan tidak ada tubuh di dalamnya, dan menyadari bahwa para penguasa memalsukan kematian KOV!D"

Penelusuran

merdeka.com melakukan penelusuran untuk mengetahui kebenaran informasi dalam unggahan itu. Hasilnya, dipastikan tudingan itu tidak benar alias hoaks.

Mengacu pada artikel medcom.id berjudul "[Cek Fakta] Video Peti Mati Kosong Pemakaman Jenazah Covid-19? Ini Faktanya" pada 11 Juli 2021, dijelaskan bahwa jenazah dalam peti tersebut masih ada.

Peristiwa ternyata sebuah prosesi pemakaman di Distrik Kasese, Uganda pada pertengahan Juni lalu. Peti itu berisi jenazah pria bernama Franco Bwambale Kabwangana yang sebelumnya dilaporkan memiliki riwayat diabetes.

Pada saat akan dimakamkan, sejumlah orang tiba-tiba datang menghalangi pemakaman tersebut. Mereka memaksa petugas untuk membuka peti mati

"Saat membuka peti mati, mereka menyadari bahwa mayat itu tidak dibungkus dengan benar. Namun mereka memastikan mayat itu ada di sana," kata putri almarhum, Immaculate Masika seperti dimuat NilePost.co.ug, 18 Juni 2021.

Kesimpulan

Informasi pemakaman dengan peti mati kosong adalah hoaks. Salah satu warga memeriksa peti mati. Dia menemukan jenazah ada dalam peti.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Rekomendasi