Agus, dari mencukur rambut Gubernur hingga Presiden

Selain menjadi tukang cukur pribadi mantan Presiden SBY, Agus Wahidin juga tukang cukur Alex Noerdin dan Pramono Anung.

Laurel Benny Saron Silalahi
Agus, dari mencukur rambut Gubernur hingga Presiden
Agus Wahidin tukang cukur SBY. ©2015 Merdeka.com

Tangan kanannya tak pernah lepas dari gunting. Sementara, di kirinya sebuah sisir dia pegang untuk merapikan rambut pelanggan sedang ia cukur. Sesekali, Agus mengganti guntingnya dengan alat cukur listrik. Jari jemarinya begitu lihai memainkan dua alat cukur itu. Cukup 15 menit, pelanggannya sudah memiliki rambut gaya baru. "Kalau ukuran kepala seperti ini pantasnya dicukur Mowhack," ujar Agus menyarankan pelanggannya untuk memotong rambut sesuai bentuk kepala, Jumat pekan kemarin. Agus memang bisa menentukan model gaya rambut yang pantas untuk pelanggan berdasarkan bentuk dan ukuran kepala. Keahliannya itu mengantarkan Agus untuk bertemu dengan mantan Presiden SBY. Pria kelahiran, Garut, Jawa Barat itu masih dipercaya untuk memotong rambut SBY hingga kini. Perjalanan Agus hingga akhirnya dipercayai SBY memang begitu panjang. Asam garam sebagai tukang cukur selama 25 tahun merupakan modal Agus akhirnya diberi kepercayaan. Karirnya menjadi tukang cukur pun diceritakan Agus. Semua bermula saat ia memilih untuk mengadu nasib Jakarta. Kehidupan yang keras membuat Agus bertekad sukses dalam perantauan. Apalagi, pekerjaan tukang cukur yang dikenalkan temannya bisa dibilang mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah untuk di bawa ke kampung halamannya. Awalnya Agus hanya menemani temannya yang menjadi tukang cukur di bawah pohon kawasan Pondok Indah. Namun akhirnya dia memutuskan untuk belajar menggunting rambut dan ikut menggeluti pekerjaan tersebut. Modal awalnya dulu hanya Gunting kodok, bangku kayu dan pisau silet. Ketiga alat itu menjadi modal awal Agus buat mencari pelanggan dengan mengelilingi komplek. Tak jarang Agus juga mangkal di bawah pohon untuk mencari pelanggan. "Saya lihat kok kayanya enak banget kerja begini, bisa pulang kapan saja kalau sudah dapat duit," ujar Agus yang memulai karir tukang cukur sejak tahun 1990 ini menuturkan."Saya sama sekali gak tau cara mencukur yang bagus seperti, modal nekat aja walau hasilnya berantakan," katanya. Berkat keuletannya itu, kini Agus Wahidin menjadi salah satu tukang cukur profesional di Barbershop kelas elit, kawasan Jakarta Pusat. Pelanggannya pun dari berbagai kalangan mulai dari pejabat di DPR hingga kalangan menengah atas. Bahkan, Agus mengaku pernah jadi tukang cukur pribadi politisi PDI Perjuangan, Pramono Anung. Alex Noerdin yang kini menjabat sebagai Gubernur Palembang pun tak luput menjadi langganan Agus. Saban ke Jakarta, Alex selalu singgah ke tempat kerjanya untuk mencukur rambut. Sampai saat ini pun, Agus juga masih menjadi tukang cukur pribadi mantan Presiden SBY. Dua minggu lalu Agus baru saja ke Cikeas untuk memotong rambut SBY. "Saya gak membeda-bedakan siapa yang mau cukur. Kalau memang tukang bakso dan satpam saya juga masih mau cukur mereka," ujar Agus dengan logat Sunda kental. Agus memang tak pernah bermimpi jika dia bisa bertemu pejabat apalagi mencukur rambut presiden. Namun dibalik jalan panjang hidupnya, Agus telah menempuh rintangan yang membuatnya dipercaya sebagai Ketua Paguyuban Tukang Pangkas Seluruh Indonesia (TPSI). Dia pun berharap pemerintah memperhatikan nasib tukang cukur asal Garut yang kini mulai tergilas pemodal asing.

Rekomendasi