Saban kampanye pemilihan umum, lumrah banyak pengusaha ikut menumbang bagi calon
mereka jagokan. Namun Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo B. Sulisto mengingatkan jangan sampai presiden terpilih nanti merasa berutang budi kepada pengusaha yang memberi sokongan dana. "Dia boleh saja dekat dengan pengusaha, tapi bukan berarti kalau sudah jadi presiden dia bisa disetir oleh pengusaha," kata Suryo kepada saat ditemui merdeka.com Rabu lalu dalam ruang kerjanya, lantai 29 menara Kadin, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Berikut penuturannya kepada Faisal Assegaf soal Joko Widodo dan Prabowo Subianto , dua calon presiden paling dijagokan banyak survei selama ini. Banyak survei menyimpulkan Jokowi dan Orabowo calon presiden paling dijagokan. Menurut Anda, siapa di antara keduanya bia terpilih menguntungkan bagi pelaku dunia usaha?Menurut saya, nggak bisa kita hanya melihat presidennya saja. Kita harus bisa melihat tim dipilih oleh presiden itu. Siapapun dia (presiden terpilih nanti), dia harus probisnis. Kalau dia nggak probisnis, bagaimana kita bisa mengharapkan arus investasi masuk terus. Berarti iklim usaha harus kita bikin seramah dan semenarik mungkin.Saya yakin dua-duanya (Jokowi dan Prabowo) memahami pentingnya pro terhadap bisnis, pentingnya usaha untuk menjaga iklim usaha kondusif.
Kalau Prabowo terpilih menjadi presiden, apakah itu positif bagi iklim dunia usaha?Orang kan biasa janji-jani dalam kampanye, belum tentu setelah jadi dia lakukan. Kita harus realistis, memangnya kita bisa eksplorasi minyak di laut dalam tanpa perusahaan asing? Apa kita bisa menggarap usaha tambang, seperti Freeport, tanpa ada modal asing? Nggak mungkin. Kita nggak punya uang, teknologi, dan ahlinya.Kita kalau antiasing tidak realistis. Kalau mau antiasing boleh, seperti melarang asing buka warung atau warteg. Dalam masa kampanye biasa, mungkin Pak Prabowo omong begitu ingin mencari dukungan rakyat. Tapi kalau udah jadi belum tentu dilakukan karena kita harus realistis. Pak Prabowo pasti akan menyadari kita tetap perlu investasi asing. Mana lebih positif buat dunia usaha, Jokowi atau Prabowo?Tentu saya nggak bisa mengatakan yang mana. Saya cuma bisa mengatakan ekspektasi dunia usaha adalah kita ingin presiden mendatang bisa memahami ekspektasi dunia usaha. Harus ada keberpihakan terhadap kepentingan dunia usaha dalam negeri. Saya
yakin keduanya memiliki semangat itu. Bukan hanya Prabowo, Pak Jokowi pasti dalam
hatinya punya keberpihak kepada pengusaha-pengusaha nasional. Seperti saya katakan tadi, tergantung timnya nanti . Kalau presidennya hebat tapi tim kabinetnya memble, nggak jalan juga. Kalau presidennya mungkin biasa saja tapi pintar memilih tim kabinetnya, bisa hebat. Di Kadin, pengusaha lebih cenderung memilih Jokowi atau Prabowo?Di kadin ini ada 20 pengurus dari bermacam partai. Saya tidak bisa mengatakan pengusaha cenderung pilih A karena di Kadin ini macam-macam warnanya. Tapi setelah Jokowi direstui maju sebagai calon presiden, IHSG naik. Apa itu
berarti pengusaha menaruh harapan terhadap Jokowi?Saya kira pengusaha itu intinya adalah orang-orang praktis. Artinya mungkin selama ini Jokowi populer banget. Loh kok populer tapi belum jadi capres. Tiba-tiba diputuskan jadi capres. Tentu saja orang euforia. Dampaknya menjadi positif karena menunjukkan dari yang tidak jelas menjadi jelas. Saya kira itu wajar saja.
Anda pernah bilang jika Jokowi jadi prersiden, dia bisa memberantas korupsi di biroktrasi. Kenapa Anda bisa seyakin itu?Kita lihat jejak rekamnya di DKI. Banyak juga yang dia lakukan. Yang tadinya banyak kebocoran dia tutup sehingga anggaran DKI bisa naik. Itu sudah suatu indikasi beliau berani mengambil langkah-langkah selama ini menjadi kebocoran. Tapi kan ada kasus pembelian bus Transjakarta berkarat?Betul, tapi kita tidak mungkin mengharapkan beliau bisa mengontrol semua sampai ke karet-karet mobil. Itu pasti karena ada pihak-pihak memanfaatkan itu. Kelihatannya Anda pro-Jokowi?Nggak ah (tertawa), siapa bilang? Yang penting probisnis.Sekarang di antara Jokowi dan Prabowo belum kelihatan siapa lebih probisnis?Belum kelihatan.Dari jejak rekam keduanya?Pak Prabowo dan Jokowi orang bisnis. Jadi akan sangat aneh kalau salah satu dari mereka menjadi presiden tidak probisnis. Pasti beliau akan probisnis. Kalau tidak bisa menciptakan ikllim probisnis tidak akan ada orang mau investasi dan tidak akan ada lapangan kerja. Yang rugi negara. Bisa berontak.
Siapa saja presidennya, kalau tidak menciptakan kebijakan probisnis, kita akan teriak. Intinya tidak etis saya mengatakan saya pro A, saya pro B.Penguasa dan pengusaha selalu terkait. Apakah menurut Anda pengusaha harus ikut
menyumbang buat kampanye seorang calon presiden?Kita lihat saja negara demokratis seperti Amerika. Di sana saja halk-hal itu terjadi. Pengusaha mendukung calon tertentu dan memberi sumbangan. Itu bukan sesuatu yang aneh. Tapi kan tidak ada sokongan gratis, Tentu bakal bisa mempengaruhi kebijakan presiden penerima sumbangan pengusaha?Tergantung pribadi presiden itu. Tentu harapan kita presiden mendatang bukan presiden diijon. Dia boleh saja dekat dengan pengusaha, tapi bukan berarti kalau sudah jadi presiden dia bisa disetir oleh pengusaha. Nggak boleh itu. Yang tidak boleh adalah presiden merasa berutang budi kepada pengusaha yang menyumbang buat kampanye dirinya. Tapi sehari sebelum Megawati merestui Jokowi sebagai calon presiden, ada pertemuan tertutup dengan para pengusaha di kantor DPP PDIP. Apakah itu tidak mencurigakan?Saya nggak tahu siapa saja pengusaha itu, yang jelas saya tidak ke situ (tertawa). Yang hadir cukup banyak pengusaha, tapi Pak Jokowi tidak hadir. Kalau pengusaha datang ke sana dan ingin memberikan dukungan, saya pikir sah-sah saja. Apa tiga tantangan terberat untuk presiden mendatang?Pertama adalah kita harus membangun infrastruktur memadai, bisa membuat kegiatan ekonomi lancar. Kita harus kejar ketertinggalan kita dalam infrastruktur. Kedua, pendidikan. Kualitas pendidikan kita jauh ketinggalan ketimbang negara lain. Ketiga, kita harus memiliki kemampuan menetapkan kebijakan publik yang pas.