Tidak perlu waktu lama untuk mencari makelar pembuatan dokumen palsu di antara deretan kios kecil seukuran kamar kos di kawasan Pramuka, Senen, Jakarta Pusat. Tanpa basa-basi, saat merdeka.com, menyambangi, seorang lelaki berperawakan tinggi langsung menawarkan harga yang murah untuk mendapatkan ijazah sarjana universitas terkemuka, lengkap dengan transkrip nilainya.Dua peranti computer, lengkap dengan mesin pencetak canggih sudah tersedia di kios tersebut, Begitu harga disepakati, tidak perlu waktu lama untuk menunggu ijazah kelar. Semua permintaan jenis dokumen penting terutama ijazah, pembuat, memberikan jaminan bisa serupa dengan aslinya tanpa dicurigai.“Mau bikin apa?, ada semua bisa, ayo boleh," bisik seorang lelaki di depan kios percetakan di lokasi, Jumat pekan lalu.Saat merdeka.com berbincang, dia tidak segan menawarkan pembuatan surat tanda tamat belajar sarjana asal Universitas Indonesia. Tanpa basa basi, langsung menawarkan harga dan jaminan ijazah laku untuk melamar pekerjaan. "Dari UI bisa sekalian dapat transkip nilai, legalisir ijazah, semua lengkap. Harga dua juta saja," katanya merayu.Biar yakin, dia ini menjanjikan dokumen yang diterima serupa, mulai jenis, ukuran dan tebal kertas, bentuk huruf, struktur cetak hingga stempel logo perguruan tinggi yang dihasilkannya, dijamin kemiripannya sesuai dengan ijazah teranyar yang dikeluarkan kampus kuning tersebut.Namun, yang sulit dijanjikan adalah nomor ijazah. Itu di luar kendalinya. Dia hanya menjanjikan nomor ijazah berpatokan pada pola yang dikeluarkan UI. "Semuanya sama. Cuma satu register ijazah enggak bisa asli," ungkapnya.Usai nego bak pencari ijazah, lelaki dengan potongan rambut botak, langsung memberikan nomor telepon genggam pada merdeka.com, untuk memastikan koordinasi pembuatan ijazah Perguruan Tinggi Negeri di Depok, Jawa Barat itu."Kabarin saja, nanti," ujarnya.Untuk mengitari pasar percetakan Pramuka dan menemukan pelaku mafia pembuatan ijazah palsu, hanya perlu 15 menit untuk mengelilingi deretan kios yang hanya setengah lapangan bola. Merdeka.com, langsung dapat tawaran untuk mendapatkan ijazah begitu masuk deretan kios tersebut. Modus pelaku dengan berbisik menawarkan pembuatan dokumen ini. Rata-rata sebuah dokumen ijazah perguruan tinggi palsu dihargai Rp 2 sampai Rp 3 juta.Masa pembuatannya pun, terbilang kilat. Surat ijazah hanya butuh waktu tidak sampai setengah hari. Pembuat hanya memberikan identitas data diri lengkap dengan foto untuk melengkapi ijazah pesanan layaknya orang yang baru lulus perguruan tinggi. "Kasih foto, sama data diri saja. Datang pagi siang sudah bisa diambil," kata sang pelaku.Merdeka.com, sempat melihat satu dari ijazah yang dihasilkan dari kawasan Pramuka ini. Dari perbandingan ijazah asli dan palsu hampir terbilang rapih. Semua isi dipalsukan dengan sempurna, semua bentuk huruf, tekstur kertas, logo sampai tandatangan rektor serupa dengan aslinya. Hampir tidak ada cacat.