Bicara kontrak lewat tongkat golf

Petinggi SKK Migas biasa bermain golf dengan bos-bos perusahaan minyak.

Alwan Ridha Ramdani
Oleh Alwan Ridha Ramdani - Reporter
Bicara kontrak lewat tongkat golf
Rudi Rubiandini ditahan KPK. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengungkapkan kegusarannya di penjara. Dia mengaku tidak bisa menolak suap Rp 10 miliar setelah hampir tujuh bulan memimpin lembaga itu. Bahkan, Guru Besar Institut Teknologi Bandung ini mengaku dia dijatuhkan oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. "Semua berawal dari lapangan golf. kalau saya tidak main golf, pasti juga tidak akan seperti ini," kata Rudi saat dijenguk sejumlah wartawan, termasuk Saugy Riady dari merdeka.com, Senin lalu, di ruang tahanan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). "Yang penting saya tidak korupsi, tidak peras orang. Memang salah saya ada orang kasih saya terima."Sumber merdeka.com menegaskan golf menjadi pintu masuk untuk lobi kepada para petinggi SKK Migas buat mendapatkan proyek. Bahkan, pejabat SKK Migas bisa memperoleh hadiah lumayan mewah lewat kemasan turnamen golf. Hadiah beragam, tergantung siapa akan dimenangkan. ”Perusahaan migas biasanya patungan untuk menjamu, terutama untuk golf,” ujarnya. Bukan hanya untuk SKK Migas, bos-bos minyak ini juga dipalak pejabat daerah yang memiliki blok migas. Biasanya, pemerasan berlaku saat perusahaan mengurus izin atau menjelang hari besar dan kegiatan pribadi pejabat.Sumber yang sama mengungkapkan sebelum Lebaran tahun ini, seorang pejabat daerah meminta dolar kepada perusahaannya. "Mereka meminta dolar dan dibawa langsung ke tempat, ogah transfer via bank," tuturnya. Merdeka.com pernah mencoba menghubungi seorang petinggi SKK Migas saat Ramadan. Namun dia tidak bisa diwawancarai. Alasannya, sedang bermain golf bersama para petinggi perusahaan minyak. Tapi tidak semua orang SKK Migas berperilaku bejat. Ada beberapa bagian minim atau tidak ada uang pelicin. ”Mungkin paling rawan adalah bagian pengadaan barang dan jasa,” kata seorang staf hubungan masyarakat perusahaan minyak asing.Kepala SKK Migas ad interim Johannes Widjonarko menegaskan jika ada karyawan SKK Migas terbukti melakukan tindakan tercela, hal itu tanggung jawab pribadi. "Pada prinsipnya kalau itu dikeluhkan, itu bukan kebijakan SKK Migas," ujarnya pertengahan bulan lalu. Dia mengaku hasil audit ingernal tidak pernah menemukan ada kegiatan mengharuskan mitra mereka menggelar acara golf atau mentraktir karyawan SKK Migas ke acara-acara hiburan, seperti karaoke. "Saya tegaskan tidak pernah ditemukan audit acara golf. Saya mengatakan tidak ada, dan itu tidak diperbolehkan."

Rekomendasi