Rasuah telah mengakar

Sekelas staf SKK Migas saja berani minta uang hiburan dan rapat di hotel berbintang lima.

Alwan Ridha Ramdani
Oleh Alwan Ridha Ramdani - Reporter
Rasuah telah mengakar
Rudi Rubiandini ditahan KPK. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Beberapa orang anggota satuan pengamanan langsung memagari wartawan tengah meliput di SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pengelolaan Hulu Minyak dan Gas). Tidak ingin jadi bulan-bulanan publik, lembaga ini segera menggelar konferensi pers supaya tidak ada kesan menjadi sarang korupsi.Sejak Rudi Rubiandini ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wakil Ketua SKK Migas Johannes Widjonarko, saat ini sebagai pengganti sementara, rajin bertemu wartawan di kantornya, Wisma Mulia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Praktek rasuah ditengarai telah berlangsung lama di indutri minyak dan gas, mulai dari hulu hingga hilir. Namun kegaduhan baru muncul setelah KPK menangkap tangan kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, Komisaris PT Kernel Oil Indonesia Simon Gunawan Tanjaya, dan pelatih golf Rudi, Devi Ardi. "Zaman saya mungkin sudah terjadi, tapi kemungkinan saat itu belum terungkap," kata mantan Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki akhir bulan lalu.Lembaga pengawas korupsi Indonesia Corruption Watch menilai banyak celah rasuah bisa terjadi di lembaga sebelumnya bernama BP Migas itu. Misalnya di sisi pendapatan, korupsi bisa terjadi terkait volume produksi, penjualan, dan penetuan harga minyak. "Karena lembaga ini kurang transparan dalam pengelolaan hulu minyak dan gas," ujar Koordinator Monitoring dan Analisis Anggaran ICW Firdaus Ilyas. Merujuk hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan, pada 2009 sampai 2012, paling tidak ditemukan 226 pelanggaran oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan jumlah potensi kerugian negara Rp 107 miliar dan USD 1,8 juta. Sebelumnya, saat masih bernama BP Migas, potensi kerugian negara akibat korupsi Rp 207 miliar dan USD 137 ribu. "Suap diterima Rudi tidak ada apa-apanya," tutur Firdaus.Dia menegaskan besarnya suap diterima Rudi Rubiandini menandakan lembaga mengelola dana hampir seribu triliun per tahun ini rentan jadi sarang korupsi. Sumber merdeka.com biasa berhubungan dengan kontrak di SKK Migas menegaskan praktek suap di lembaga itu sudah sangat kentara. Bahkan, para pegawai rendahan setingkat staf tidak segan meminta rapat-rapat di hotel berbintang lima dibanding di kantor sendiri. "Setelah itu mereka minta hiburan, ini untuk staf. Kalau untuk petinggi dijamu oleh sesama petinggi," katanya.Johannes Widjonarko sebagai Kepala SKK Migas sementara mengaku telah membentuk tim perbaikan internal bekerja sama langsung dengan KPK serta BPK. Pembenahan internal itu dilakukan sejak 19 Agustus. "Tim ini bekerja mencegah korupsi di segala lini di SKK Migas."

Rekomendasi