Perjalanan karir para artis tidak semua mulus. Banyak yang cuma menggebrak di awal, ada juga hanya angin-anginan, kadang muncul, kadang tenggelam. Tetapi tak sedikit pula yang mulus hingga akhir umur. Bagi artis dengan karir mulus, tentu duit akan mengalir terus. Lalu pertanyaannya, bagi artis dengan karir byar pet, dari mana mereka memulung pendapatan? Bagi sebagian artis tentu memilih usaha halal, tetapi apa benar beberapa lagi jadi pengedar? Bisa jadi.Neta S Pane, Ketua Presidium Police Watch menduga artis-artis tanpa tawaran pekerjaan bisa saja beralih menjadi pengedar narkotik. Sebab lingkungan mereka mendukung. Perputaran duit di kalangan artis tinggi. Sehingga potensi bandar narkotik masuk ke sana besar lewat gemerlap dunia malam. Bandar itu perlahan-lahan meracuni kehidupan artis dengan serbuk haram hingga kemudian menimbulkan kecanduan.Setelah para artis menikmati, lama kelamaan mereka akan mencari. Masalahnya, sepanjang duit mereka ada tidak masalah. Namun bila duitnya tak ada karena tak lagi punya tawaran pekerjaan, mereka bisa saja dimanfaatkan oleh bandar sebagai pengedar. ”Bisa jadi memang ada bandar dan pengedar di kalangan artis. Orang lama yang tak punya pekerjaan lagi,” kata dia ketika dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya Jumat pekan lalu. Meski belum ada bukti, tetapi beberapa artis terlibat kasus obat haram mengindikasikan semacam itu. Misal, beberapa artis terbukti membawa narkotik dalam jumlah besar. Anehnya, hingga kini polisi atau Badan Narkotika Nasional (BNN) hanya menangkap pemakai saja. Sedangkan pengembangan kasus hingga menyentuh pengedar dan bandar masih minim.Seorang artis ogah di sebut nama tak menampik pendapat itu. Bintang film kawakan ini juga bekas pecandu narkotik. Bahkan dia sempat ditahan lantaran kepemilikan obat haram. Menurut dia, mafia narkotik di kalangan artis sejak dulu hingga sekarang masih gentayangan. Bahkan ada beberapa artis menjadi pengedar. ”Sesama artis cukup tahu sama tahu, tak ada yang berani omong, bahaya.”Bila menengok ke belakang, beberapa kasus artis kesandung narkotik memang mengindikasikan itu. Anda tentu ingat kasus Zarima Mirafsur pada akhir 1990-an. Bahkan artis dan model ibu kota itu disebut sebagai ratu ekstasi karena tertangkap membawa 30 ribu pil ekstasi. Kemudian kasus menjerat Ibra Azhari. Seperti tak kapok, berulang kali bintang film kawakan ini juga kesandung masalah narkotikBila dihitung, setidaknya sudah empat kali berurusan dengan narkotik. Tahun 2000, dia tertangkap memakai shabu. Setahun kemudian, dia kembali tertangkap dengan barang bukti kokain, shabu-shabu, dan ekstasi. Bahkan ketika menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Ibra kedapatan memiliki sembilan paket shabu dan alat isap di dalam selnya. Terakhir 2010, dia kembali ditangkap di Bali dengan barang bukti lima gram shabu.Kemudian kasus tertangkapnya artis sinetron Revaldo. Barang bukti sabu sebanyak 50 gram terbilang cukup besar. Kasus narkotik juga sempat menjerat aktor Roy Marten. Dua kali dia ditangkap. Bahkan Roy, demikian dia disapa, sempat ditunjuk sebagai duta antinarkotik. Namun di Surabaya, dia kembali dicokok polisi dalam kasus kedua.Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BNN Sumirat Dwiyanto mengakui artis memang menjadi bidikan para bandar narkotik. Mereka menggunakan banyak cara menjerat para artis. Apalagi dunia para bintang itu memang akrab dengan gemerlap dunia malam. ”Jadi yang namanya bandar ini memang sudah masuk ke semua sendi kehidupan, termasuk dunia artis,” dia menegaskan.