Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Memacu adrenalin di Sentul Kecil

Memacu adrenalin di Sentul Kecil Sirkuit Sentul Kecil. ©Istimewa

Merdeka.com - Gulungan awan berwarna abu-abu menggelayut di langit saat Borik dan dua rekannya tiba di Sentul International Karting and Motorcycle Circuit, Bogor, pagi itu. Jauh-jauh dari Ciputat, Tangerang Selatan, Borik ingin menjajal sirkuit balap yang lebih dikenal dengan sebutan Sentul Kecil.

Borik tak langsung turun ke lintasan. Dia menyiapkan tunggangannya, motor Yamaha R15 di pit yang tersedia di pinggir sirkuit. Spion motor dilucuti, lampu depan dan lampu rem dipasang stiker penutup. "Demi keamanan kalau terjadi crash, pecahan lampu tidak berserakan di sirkuit," ujar mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan itu saat ditemui merdeka.com, Senin (28/11) lalu.

Setelah proses pengecekan motor dan pemasangan stiker selama setengah jam, tak lupa memakai perlengkapan pelindung kaki dan jaket serta helm full face, Borik bersama salah satu rekannya meluncur ke sirkuit yang memiliki panjang 1,2 kilometer tersebut. Satu rekannya lagi menunggu di pit untuk menjaga barang-barang.

Lima putaran pertama, Borik memacu motornya dengan pelan untuk merasakan tikungan-tikungan di sirkuit dan setelan motor. Setelah menemukan racing line (jalur balap) yang pas, Borik dan rekannya kemudian mulai berani memacu motor berkapasitas 150 cc itu dengan lebih kencang. Setelah 10 putaran, Borik kembali ke pit, sedangkan temannya yang menunggu, gantian merasakan lintasan balap.

"Saya baru pertama kali mencoba sirkuit ini. Sengaja mau latihan sama teman-teman janjian di sini. Kalau turing jauh sudah biasa, tapi kalau latihan cornering (menikung) dan balap baru kali ini di Sentul Kecil. Dulu pernah sekali coba di Sentul besar," ujar Borik yang mengaku tergabung dalam Yamaha R15 Kaskus Rider Community atau R15ER.

"Sirkuitnya pendek jadi lebih banyak belajar nikung. Tapi lumayan untuk memacu adrenalin di sini keren," tukas Borik yang mengaku menggunakan motor dengan mesin standar, kecuali knalpotnya jenis racing.

sirkuit sentul kecil

Sirkuit Sentul Kecil ©Istimewa

Karena hari Senin, suasana pagi menjelang siang cukup sepi di sirkuit yang diresmikan sejak tahun 1994 itu. Hanya ada lima motor yang bergantian masuk ke lintasan. Salah satu pembalap yang sedang berlatih adalah Sabrina Sameh. Gadis cantik yang juga bintang sinetron 'Anak Jalanan' itu sedang mengendarai Vespa matic garapan Seventeen Garage. Sabrina dikenal sebagai salah satu pembalap wanita di ajang drag race. Dari caranya membalap, dia tampak sedang menyesuaikan setingan motor dan mencoba catatan waktu terbaik. Beberapa kali dia masuk pit dan kembali ke lintasan untuk menjajal setingan mesin yang berbeda.

Sentul International Karting and Motorcycle Circuit berada sekitar 500 meter dari Sirkuit Sentul. Julukan Sentul Kecil, karena sirkuit ini berukuran kecil dengan ciri khas yang unik, yaitu aspalnya yang agak miring ke arah apex (titik dalam tikungan) karena pada awalnya sirkuit ini memang khusus untuk gokart. Dalam perkembangannya, sirkuit ini sering digunakan untuk balap motor terutama jenis motor bebek dan matic. Sentul kecil tidak cocok untuk jenis motor besar dengan kapasitas mesin di atas 200 cc. Dengan jarak lintasan yang pendek, motor dengan ukuran besar akan kesulitan bermanuver di sirkuit ini. Waktu tempuh tercepat untuk satu lap dikuasai motor-motor jenis bebek dan matic yakni di bawah 1 menit.

Untuk merasakan ngebut di Sentul Kecil, biaya yang dibutuhkan relatif terjangkau. Setiap motor dikenai tarif Rp 200 ribu untuk biaya sewa sirkuit selama satu hari dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Selain itu, biaya tambahan yang dikeluarkan adalah sewa pit dengan tarif Rp 150 ribu dari pagi hingga sore. Bagi Anda yang tertarik mencoba Sentul Kecil, sebaiknya datang di hari kerja atau Senin-Jumat. Akhir pekan, sirkuit ini sering dipakai untuk even balapan atau latihan gokart. Anda juga harus membawa cadangan bahan bakar sendiri dan perbekalan terutama untuk makan siang.

sirkuit sentul kecil

Sirkuit Sentul Kecil ©Istimewa

Sementara di pojok pit yang lain, tampak kru LD Garage sedang menyiapkan dua motor jenis matic. Pemilik LD Garage Bachtiar Kemal Harahap sedang mencoba setingan Continous Variable Transmission (CVT) atau bagian sistem transmisi yang tidak memiliki gigi alias otomatis. Caranya dengan mengganti roller dan per kampas kopling agar tarikan motor lebih kencang. Beberapa kali motor dites di pinggir sirkuit. "Masih nyari setingan yang pas untuk motor NMax, karena baru pertama kali dicoba di sirkuit," ujar Kemal.

Setelah beberapa kali bongkar pasang beberapa part di bagian CVT, Kemal meminta salah satu pembalap pengujinya bernama Rully Fauzian untuk mencoba di sirkuit. Mengenakan wearpack atau baju balap lengkap dengan sepatu dan helm, Ulil begitu dia biasa disapa, menggeber abis motor berwarna putih itu. Tak sampai lima lap dia kembali masuk ke pit. "Tarikan bawahnya kurang, atasnya flat," keluh dia.

Kemal pun kembali membongkar bagian CVT motor dan mengganti beberapa part. Hasilnya lebih mantap dari setingan pertama. Sekitar 10 lap Ulil mencoba di lintasan. Hujan yang deras membuat dia kembali masuk pit. "Kalau baru turun hujan begini licin banget, nunggu agak reda dulu," tukas Ulil.

Hujan mulai reda selepas tengah hari. Beberapa motor kembali turun ke lintasan. Trek yang licin tak membuat surut para pemacu adrenalin. Tikungan demi tikungan dilahap meski kali ini dengan kecepatan yang lebih lambat dari sebelumnya. Mereka berburu waktu sebelum cahaya matahari berganti malam.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP