Lines, sentul, dan kantil
Merdeka.com - Akibat keterbatasan dan terpisah dari pasangan, kehidupan seksual menyimpang mengintai narapidana dalam Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Lines sebutan bagi lesbian dalam rutan. Biasanya para napi terbagi dua jenis, lines murni atau kagetan. Napi wanita normal sudah terbiasa dengan perilaku mereka.
Saat mengunjungi Rutan Pondok Bambu, merdeka.com menemukan seorang lines di antara kumpulan keluarga pembesuk. Dia berkemeja batik merah dan bercelana jins hitam berkeliaran di kerumunan ratusan orang sedang bercengkerama sekaligus melepas kangen di waktu kunjungan.
Malahan seorang lines bisa menjadi tamping (tahanan pendamping) bertugas sebagai pemanggil napi di blok tahanan saat dikunjungi sanak keluarga dan kerabat.
Lines berorientasi seksual pria biasa disebut sentul. Biasanya sentul bercirikan rambut cepak atau pendek dan berbadan tegap, lalu suaranya bernada tinggi. Untuk menambah kepercayaan diri cara berpakaian sedikit berbeda. Biasanya pada bagian dada rata karena dibalut lebih dari satu pakaian dalam.
Sentul biasanya lebih galak ataupun tegas terhadap sesama napi wanita lain. Sentul sebagian besar menjadi Kepala kamar.
Lines berperan sebagai perempuan disebut kantil. Namun lines jenis ini secara kasat mata sulit dibedakan dengan wanita normal.
Menurut seorang napi kasus narkotik berinisal SS, belakangan ini para lines di Rutan Pondok Bambu sebagian tertangkap basah sehingga diterbangkan ke rutan wanita di Bandung, Jawa Barat. "Kayaknya sipir tahu gerak gerik lines di rutan. Sebagian sudah dioper tapi sisanya masih banyak," ujar mantan karyawan swasta ini. Dia menambahkan di bloknya saja masih banyak lines.
Lines murni bisa dikategorikan lesbian sejak pertama kali masuk ke dalam penjara. Untuk Lines kagetan biasanya terpengaruh oleh sesama lines karena kehidupan menahun dalam jeruji besi.
SS bercerita para lines tidak sungkan bercumbu di depan napi lain. Biasanya pasangan lines satu sel. Mereka bercinta menggunakan jemari untuk saling memuaskan syahwat. "Yah kayak biasa saja, kelonan di dalam seprei, tahanan lainnya paling pura pura tertidur pulas saja," tuturnya.
Lain lagi saat siang. Mereka berbuat mesum dalam kamar mandi umum terletak di blok napi. Tamping mengawasi agar tidak diketahui sipir. "Kalau siang bisa juga, mereka dijagain tamping di depan pintu. Kalau ada sipir langsung dikasih kode," kata SS.
Di areal pengunjung rutan mudah menemui lines hendak berkunjung ke napi di dalam rutan. Dari pengamatan, di kantin depan pintu masuk terdapat sepasang wanita berciri sentul.
Saat mengambil nomor antrean berkunjung, sumber merdeka.com coba membuktikan wanita berusia sekitar 40 tahunan itu memang seorang sentul. Dia berambut cepak, berpakaian seperti lelaki dan memakai topi.
Sumber ini menjatuhkan sebuah pulpen di depan sentul itu. Perempuan berbadan tegap tersebut langsung mencoba mengambil pulpen itu. Kemudian mengajak berbincang sebentar dan meminta nomor telepon. "Tadi gue pegang tangannya agak lama pas ambil pulpen. Habis itu doi langsung minta nomor gue," ujar sumber itu sambil tertawa.
Masih menurut sumber yang sama dan sering bergaul di lingkungan lesbian. Jaringan lines atau lesbian di dalam dan di luar penjara dikenal kuat. Seorang lines bisa saling berkomunikasi atau berinteraksi walau salah satunya sudah berada di balik bui.
Mereka terus menjaga hubungan dengan lines di luar penjara. Mesti harus menunggu bertahun tahun, seorang lines akan terus merawat lines lainnya berada di balik jeruji.
(mdk/fas)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya