Kongres PAN 2020, Petahana Versus Restu Amien Rais

Selasa, 11 Februari 2020 08:42 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Kongres PAN 2020, Petahana Versus Restu Amien Rais Kampanye PAN. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Berkemeja kotak-kotak dibalut rompi biru, Mulfachri Harahap mengembalikan formulir pendaftaran calon ketua umum ke kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Sabtu (8/2) lalu. Optimisme tinggi terpancar dari raut wajahnya. Mengaku sedang melakukan ijtihad politik, dia memastikan PAN tetap berada di luar pemerintahan jika terpilih menjadi ketum.

Mulfachri Harahap dinilai akan menjadi kuda hitam dalam Kongres PAN V yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, 10-12 Februari 2020. Wakil ketua Komisi III DPR itu menjadi satu dari empat calon ketua umum yang telah resmi mendaftar. Pesaing terberatnya adalah Zulkifli Hasan, ketua umum yang masih menjabat dan mengklaim sudah mendapat dukungan 392 pemilik suara. Dua calon lainnya adalah Asman Abnur dan politikus senior PAN Dradjad Wibowo yang kembali ikut bertarung di bursa calon ketua umum.

"Keputusan untuk maju sesungguhnya kami ambil melalui perenungan yang sangat mendalam, dan melihat situasi perpolitikan yang sedemikian rupa kemudian kami berijtihad untuk maju dalam kongres yang akan datang. Dan mudah-mudahan keputusan ini mendapatkan dukungan yang cukup, dari kader di seluruh Indonesia," kata Mulfachri usai mendaftar.

©2020 Merdeka.com

1 dari 4 halaman

Mulfachri dan Restu Amien Rais

Mengklaim sudah mengantongi dukungan 298 suara pemilih, Mulfachri menyatakan salah satu yang menjadi modal kuat menantang Zulkifli Hasan adalah dukungan dari Amien Rais yang termanifestasi dalam pencalonannya. Mirip pertarungan di pemilihan kepala daerah, Mulfachri menggandeng Hanafi Rais yang merupakan putera sulung Amien Rais untuk posisi sekretaris jenderal.

"Jadi saya maju langsung berpasangan dengan Hanafi Rais. Memang sejak awal saya keluar dari kebiasaan yang sebelumnya ada di PAN. Biasanya format kita adalah memilih ketua formatur merangkap ketua umum dan kemudian dipilih formatur. Dan biasanya, formatur dengan suara terbanyak setelah ketua formatur ditetapkan sebagai sekjen. Ini konvensi yang berlaku di tempat kami."

"Tapi untuk pertama kalinya saya mulai sebuah tradisi baru, maju atau running bersama-sama saudara Hanafi Rais yang sekarang menjadi ketua Fraksi PAN di DPR RI. Saya kira itu sudah menjawab dukungan Pak Amien kepada saya," paparnya.

Mulfachri pun memastikan dukungan yang dia terima dari Amien Rais tidak datang tiba-tiba. "Tidak sama sekali. Saya datang ke Pak Amien, saya sampaikan semacam proposal, katakanlah seperti itu. Saya jelaskan situasi PAN hari ini, dan saya sampaikan juga kira-kira PAN itu ke depan baiknya seperti apa, dan terjadilah diskusi yang sangat mendalam," tuturnya.

Beberapa pekan sejak pertemuan itu, Mulfachri mengaku dipanggil dan mendapat dukungan dari Amien Rais. "Kami diskusi dan setelah itu 3-4 minggu setelah kedatangan saya yang menyatakan rencana saya untuk maju Pak Amien menyatakan: Bismillah Anda maju dan Insyaallah saya akan dukung," ujarnya.

Soal posisi PAN ke depan, Mulfachri sudah memutuskan sikap. Dia memastikan PAN tidak akan menjadi bagian koalisi parpol pendukung pemerintah. Dia menawarkan posisi oposisi dengan cita rasa Indonesia.

"Insyaallah saya kira kami akan tetap berada di luar. Tentu kita juga paham dalam literasi politik Indonesia tidak ada oposisi. Tapi tradisi itu tidak akan ada kalau tidak dimulai. Oleh sebab itu kita akan memulai sebuah tradisi oposisi bernuansa timur atau cita rasa Indonesia yang saya kira harus dilakukan dengan penuh kesantunan dan kesejukan dan tetap proporsional," jelasnya.

2 dari 4 halaman

Asman Mengandalkan Pengalaman

Sementara itu, calon ketua umum lainnya Asman Abnur tidak terlalu ambil pusing dengan dukungan dari Amien Rais. Mantan menteri PAN dan RB itu juga tidak mau ikut-ikutan mengklaim jumlah suara pendukungnya di Kongres PAN. Baginya, suara pemilih di Kongres yang menjadi penentu.

"Itu menjadi rahasia saya dan itu adalah modal saya untuk maju. Jadi kalau saya tidak punya keyakinan buat menang tentu saya tidak akan maju," tegasnya usai menyerahkan kelengkapan syarat caketum PAN di DPP PAN, Sabtu (8/2).

"Jadi sekali lagi saya yakinkan bahwa proses demokrasi yang ada di PAN ini sangat fair dan kemudian ini adalah jadi modal untuk PAN sebagai lokomotif pembaharuan ke depan," imbuhnya.

Asman ingin membawa seluruh kader dan pengurus PAN kembali solid menghadapi agenda-agenda politik mendatang. Konsolidasi dan pembenahan internal menjadi program jangka pendek dia jika terpilih. Modal kuat yang dia miliki adalah 20 tahun menjadi politikus PAN yang berkarier dari anggota legislatif di daerah sampai DPR.

"Empat kali jadi (anggota) DPR, satu kali jadi menteri rasanya sudah punya modal untuk menerapkan apa yang sudah saya peroleh di dalam perjalanan karier saya. Dengan demikian mudah-mudahan saya bisa membuat tata kelola partai ini lebih baik ke depannya. Sehingga bisa menciptakan suasana yang sejuk di partai dan kemudian saya selalu sampaikan semangat rekonsiliasi," ujarnya.

"Mudah-mudahan dengan terpilihnya saya, kekuatan PAN bersatu untuk menghadapi langkah-langkah politik ke depan. Kita berharap kader-kader daerah dengan apa yang saya sampaikan ini menjadi satu alternatif, salah satu pertimbangan untuk memilih saya," kata Asman lagi.

3 dari 4 halaman

Dradjad Konsisten di Luar Pemerintahan

Satu lagi calon ketua umum PAN yang telah mendaftar adalah Dradjad Wibowo. Dia memastikan pencalonan kali ini serius dan tidak akan mundur seperti yang dia lakukan di Kongres PAN 2010 yang membuat Hatta Rajasa terpilih.

Sudah berkeliling ke daerah-daerah, Dradjad mengungkapkan, mendapatkan sambutan positif dari pengurus PAN wilayah. "Pertemuan tertutup yang saya lakukan sudah banyak sekali. Sudah ratusan, cuma saya memang bukan tipe orang yang suka mengklaim. Kita lihat saja. Seandainya apa yang saya sampaikan itu dianggap teman-teman peserta kongres betul-betul bagus dan selama ini setahu saya bagus, mudah-mudahan mereka akan tergerak hatinya untuk memilih saya," tuturnya usai pendaftaran di kantor DPP PAN, Sabtu (8/2).

Soal arah politik PAN ke depan, Dradjad satu sikap dengan caketum Mulfachri Harahap. PAN akan dibawanya konsisten berada di luar pemerintahan. "Bukan berarti kita pukul-pukulan. Enggak. Kita akan menjadi mitra di dalam mencari solusi kebijakan yang terbaik," tegasnya.

Posisi itu, lanjut Dradjad, sebagai pilihan yang sangat etis dan sangat logis. Karena PAN, bukan hanya sekali tapi dua kali bertanding melawan Jokowi di pilpres.

"Ya malu lah kalau kita mau minta-minta untuk jatah kita. Kira-kira begitu. Jadi enggak etis melakukan itu. Teman-teman yang mendukung Pak Jokowi sejak awal mereka lebih berhak untuk membantu beliau di pemerintahan. Kita juga membantu beliau. Kita di luar pemerintahan bukan tidak membantu. Karena sistem demokrasi yang bagus selalu memerlukan check and balance dan kalau saya yang diberi amanat, itu saya akan memimpin PAN menjadi komponen utama di dalam check and balance bagi pemerintahan Pak Jokowi yang saya yakin beliau juga akan sangat berterima kasih nantinya," pungkas Dradjad.

4 dari 4 halaman

Zulhas Klaim Didukung Mayoritas

Jika ketiga calon ketua umum mendaftar dengan datang ke kantor DPP PAN, sang petahana Zulkifli Hasan yang menjadi calon kuat justru mendaftarkan diri di lokasi kongres di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara. Dia beralasan dari awal tidak ingin mencalonkan lagi, namun atas desakan para pengurus wilayah, Zulhas, sapaan akrabnya, akhirnya maju untuk periode kedua memimpin PAN.

"Namun didaulat 28 DPW, yang kemudian menjadi 30 DPW. Mendaulat untuk saya bersedia mencalonkan diri. Walaupun dari 30 itu kemudian ada empat yang pindah dukungan," tutur Zulhas.

"Mudah-mudahan kongres kita berjalan dengan baik. Kalau ingat dulu di (Kongres IV) Bali sama suasananya. Bahkan selisih suaranya cuma enam. Tapi PAN selesai kongres bersatu lagi," jelas dia.

Manuver Zulhas untuk mengamankan suara pendukungnya cukup masif. Akhir pekan lalu dia mengumpulkan ratusan pengurus yang memiliki hak suara di Hotel Mercure, Makassar untuk melakukan konsolidasi sebelum bertolak ke Kendari.

Wasekjen PAN Soni Sumarsono mengungkapkan, dalam acara itu, Zulhas memastikan bakal mengantongi sebanyak 392 suara. Dia menambahkan, pernyataan dukungan tersebut masih belum final. Angka dukungan terhadap Zulhas, klaim Soni, masih bisa meningkat hingga 432 suara.

"Masih ada beberapa DPW dan DPD yang belum hadir, masih dalam perjalanan dan apabila sudah hadir semua besok malam totalnya sekitar 432 voters akan memberikan dukungan ke Pak Zulhas," singkat Soni.

Demi memastikan pendukungnya sampai ke arena kongres, Zulhas bahkan menyewa pesawat khusus. Soni yang juga pendukung Zulhas mengakui sewa pesawat itu untuk mengakomodir pendukung ke Kendari. Dua kali penerbangan pesawat Lion Air mengangkut sebanyak 392 orang pemilik suara.

"Iya," singkat Soni kepada merdeka.com, Senin (10/2).

Untuk diketahui, empat calon ketua umum akan memperebutkan 590 suara di Kongres V PAN yang digelar di Kendari 10-12 Februari 2020. Ketua Steering Committee Eddy Soeparno menjelaskan, 590 pemilih itu terdiri dari beberapa unsur partai. Seperti Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), dan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta sayap-sayap partai atau organisasi yang berada di bawah PAN.

"Kalau kita break down, 34 DPW yang kita miliki, DPW memiliki 2 hak suara, yaitu ketua dan sekretaris. Kemudian 514 DPD, hanya ketua yang memiliki hak suara. Sisanya adalah 3 suara dari DPP, yakni ketum, sekjen, dan bendum. MPP, 1 suara, sayap partai, barisan muda PAN, perempuan PAN, dan perwakilan luar negeri," jelasnya.

Calon ketua umum yang meraih suara terbanyak akan menjadi ketua umum dan formatur untuk penyusunan pengurus DPP periode 2020-2025.

Akankah Zulkifli Hasan mematahkan mitos mengalahkan calon yang didukung Amien Rais? Ataukah sejarah berulang, ketua umum PAN hanya satu periode menjabat? [bal]

Baca juga:
Sutrisno Bachir ke Hatta Rajasa di Kongres PAN: Saya Dengar Mau Dukung Asman
Kedapatan Bawa Golok, Satu Peserta Kongres PAN Ditangkap Polisi
Kongres PAN Memanas, Zulhas Kutip Amien Rais Kompetisi Itu Seperti SmackDown
Amien Rais dan Mulfachri Harahap Tak Terlihat di Pembukaan Kongres PAN
Suara Amien Rais, Sutrisno Bachir Hingga Hatta Rajasa di Pemilihan Ketum PAN
Penjelasan SC Kongres PAN Soal Kericuhan Saat Pendaftaran Peserta
Presiden Jokowi Tak Diundang ke Kongres PAN

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini