Mencari sejarah Pitung 2

Hikayat golok dan jimat si Pitung

Senin, 14 Maret 2016 06:53 Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi
Hikayat golok dan jimat si Pitung Rumah Pitung di Marunda. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - "Pitung itu bukan perampok. Pitung itu mengambil hasil rampokan yang diambil dari rakyat kecil sama kompeni," ujar Bachtiar, Tokoh muda Betawi, saat berbincang dengan merdeka,com, Selasa pekan lalu. Bachtiar pun menegaskan jika keberadaan Pitung memang benar-benar nyata. "Bukan cuma cerita dalam pementasan seni Betawi," katanya.

Meski demikian, hingga kini tidak ada satu orang pun yang bisa menggambarkan perawakan si Pitung dalam sebuah foto atau lukisan ketika dia masih hidup. Bachtiar juga pemilik Sanggar si Pitung ini mengatakan, cerita berkembang hingga kini mengenai si Pitung memang begitu adanya. Pitung dalam masyarakat Betawi memang dikenal karena keberaniannya melawan Belanda. Selain itu juga dia bagai Robin Hood yang suka menolong rakyat miskin, akibat tertindas kelakuan Belanda pada masa itu.

Menurut Bachtiar, kepedulian Pitung pada rakyat kecil bermula ketika dia melihat penindasan oleh Polisi Kolonial itu meminta upeti kepada warga kampung. Bahkan tuan tanah juga tak segan-segan meminta pajak tinggi kepada para petani. Jika tak dibayar, tuan tanah melalui para centengnya juga tak segan untuk menyiksa dan menguras harta dimiliki petani saat itu.

Karena tindakan itu juga kemudian membuat Pitung semakin tidak suka. "Pitung enggak suka liat centeng centeng ini. Kalau ada centeng yang mungut pajak terus menjarah harta rakyat miskin di daerah Batavia, itu di rampok lagi sama dia. Dikasihkan lagi sama pemiliknya. Jadi bukan dia ngerampok orang kaya terus dibagi-bagikan," kata Bachtiar.

Sosok Pitung dari cerita turun temurun memang dikenal sebagai seorang pemuda jago bela diri. Dia mewarisi ajaran bela diri 'Maen Pukul' dari gurunya bernama Haji Naipin di daerah Tanah Abang. Tidak hanya jago bela diri, menurut Bachtiar Pitung juga memiliki ilmu kanuragan yang tidak mempan dibacok atau ditembus peluru. Selain berguru dengan Haji Naipin, Pitung juga sempat belajar ilmu di daerah Banten.

Kesaktiannya pun dikenal jika Pitung memiliki Ilmu Rawa Rontek. "Dia juga sempat belajar ilmu di daerah Menes, Banten. Itu yang dibilang ilmu rawa rontek," ujarnya.

Pitung menurut Bachtiar juga merupakan representasi pemuda Betawi saat itu. Dia kerap memakai baju dan celana warna merah serta ikat pinggang khas Betawi. Di ikat pinggang itu juga terselip sebilah golok yang sering dibawa untuk menghadapi musuh-musuhnya. Bahkan ada cerita jika golok itu merupakan senjata sakti milik Pitung.

"Katanya goloknya sih sakti, ada isinya. Tetapi kan itu tidak bisa kita buktikan," katanya. Bachtiar pun mengatakan jika Pitung juga kerap mengenakan gelang Bahar di lengannya serta sebuah cincin dengan batu mulia di jarinya.

Selain golok, Pitung juga memiliki benda sakti lain. Bachtiar menyebut jika sarung sering dibawanya merupakan sarung sakti. Sarung itu juga biasa digunakan si Pitung untuk melakukan ibadah salat. Ada cerita soal kesaktian sarung si Pitung. Jika digunakan untuk melawan penjahat, sarung itu bisa melumpuhkan lawan.

"Cuma kembali lagi kita gak bisa percaya gitu aja, kan perlu bukti," ujar Bachtiar.

Namun cerita soal kesaktian Pitung justru diluruskan oleh Haji Nunung, Sesepuh Kampung Rawa Belong ini menuturkan jika Pitung tidak memiliki kesaktian seperti dalam film. Menurut dia, kesaktian si Pitung merupakan buah dari ajaran agama yang dijalankan. Bahkan Nunung juga mengatakan jika Pitung tidak kebal ditembak dan di bacok oleh musuhnya. "Itukan Cuma bumbu-bumbu cerita saja biar menarik. Bohong semua itu. Yang katanya Pitung mati ditembak peluru emas itu mah tambahan cerita saja," ujar Haji Nunung. [arb]

Topik berita Terkait:
  1. Mencari Sejarah Pitung
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini