Indonesia terkenal sebagai kawasan maritim sejak dulu kala. Orang Jawa pada abad VIII hingga abad X
menjadi bagian dari pelaut ulung. Relief-relief kapal raksasa mengarungi samudera, temuan perahu di pesisir utara Jawa, hingga prasasti
yang ditulis nahkoda di pesisir utara Jawa jadi buktinya.
Advertisement
Masa Kerajaan Singasari
Pada masa pemerintahan raja terakhir Singasari, Sri Kertanagara, laut merupakan sarana memperluas wilayah kekuasaan.
Mengutip Instagram @blitarbercerita_, melalui politik Dwipantara pada medio abad XIII, Kertanegara mengembangkan sayap kekuasaan ke Bali, Madura, Sunda, hingga Bhumi Malayu.
Mahisa Anyabrang (menurut
Kidung Panji Wijayakrama) atau Dyah Adwayabrahma (menurut
Prasasti Padang Roco) yang mewakili Kertanagara menjalin
politik bilateral ke Malayu.
Advertisement
Pelaut Zaman Majapahit
Politik Dwipantara ala Kertanagara mengilhami penjelajahan lautan era Kerajaan Majapahit pada abad XIV-
XV. Sejumlah pelaut yang melintasi kawasan nusantara yakni Jayanagara, Tribhuwana, Hayam Wuruk, dan Gajah Mada.
Penjelajahan lautan juga kembali
menjadi salah satu topik dalam karya sastra hingga relief
bertema Panji dan Kirana serta Sri Tanjung.
Advertisement
Era Kerajaan Islam
Pasca keruntuhan Majapahit, kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara pada abad XVI-XVIII mulai memajukan dunia maritim. Penjelajahan
lautan jadi sarana bisnis, dakwah Islam, hingga
perebutan kekuasaan.
Malaka, Gresik, dan Maluku menjadi pelabuhan dagang tersibuk.
Sementara itu, islamisasi oleh pendakwah Jawa dan Minang mencapai Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
Kemudian, adanya bantuan tentara maritim sejak era Pate Unus hingga
Ratu Kalinyamat ke Malaka, Aceh, dan Hitu (Ambon).
Persebaran etnis Bugis-Makassar ke Nusa Tenggara, Jawa, hingga
Melayu juga terjadi karena penjelajahan lautan.
Advertisement
Moda Transportasi
Moda transportasi utama dalam mengarungi lautan Nusantara
adalah kapal. Jenis kapal paling terkenal adalah jung. Penamaan ini
diduga mengadopsi bahasa Min (Tiongkok).
Pasalnya, istilah Jung tidak hanya dikenal di Jawa, namun juga di perairan Laut Jawa, Samudra Hindia, dan lautan di Asia Tenggara.
Jung jadi raksasa lautan
mengalahkan kapal-kapal Portugis. Galangan kapal Jung yang terkenal ada di pesisir Jawa, Pegu (Myanmar), dan diduga Sulawesi.
Advertisement
Laut Indonesia
Wilayah Indonesia terdiri dari 70% lautan dan 30% daratan, lebih dari 17.000 pulau, dengan garis pantai lebih dari 99.000 kilometer. Indonesia memiliki potensi besar di bidang kelautan dan perikanan.
Pidato Presiden Soekarno pada National Maritime Convention tahun 1963 menyatakan bahwa membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai, dapat dicapai jika menguasai lautan.
Mengutip situs Kesbangpol Kulon Progo, Bung Karno telah mengarahkan perhatiannya kepada sisi maritim. Hal ini berkaitan erat jika dihubungkan dengan sejarah Indonesia di masa lalu. Kerajaan Majapahit mengalami masa kejayaan karena berorientasi pada sektor maritim.