Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Unik, Ini Cara UBAYA Bantu Warga Surabaya Bisa Panen Sayur dan Buah di Kebun Sendiri

Unik, Ini Cara UBAYA Bantu Warga Surabaya Bisa Panen Sayur dan Buah di Kebun Sendiri Ilustrasi sayuran. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Elena Elisseeva

Merdeka.com - Memperingati Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober 2020, Universitas Surabaya (UBAYA) mengajak warga Kota Pahlawan memenuhi kebutuhan nutrisi pangan secara mandiri. Caranya dengan menanam sayur dan buah di pekarangan rumah masing-masing.

UBAYA membagikan starter kit untuk berkebun kepada warga sekitar kampus di Kota Surabaya. Starter kit itu terdiri dari bibit sayur dan buah, pot tanaman, media tanam, serta polybag, seperti dilansir liputan6.com (16/10).

Dibagikan Gratis

sayur sayuran segar

shutterstock

"Melalui peringatan ini, LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) bersama Pusdakota Ubaya bergerak ingin mengajak warga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pangan dengan mulai menanam sayur dan buah secara mandiri di pekarangan rumah," ungkap Rizal.

Dalam kesempatan tersebut, UBAYA membagikan 30 starter kit yang siap digunakan warga untuk berkebun.

"Bibit sayur dan buah yang diberikan kepada warga yaitu kangkung, bayam hijau, dan terong. Warga juga mendapatkan satu tanaman sayur atau buah yang sudah tumbuh dari kebun Universitas Surabaya Training Center (UTC)," imbuhnya.

Keuntungan Berkebun

berkebun sayur di tengah pandemi

©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Tanaman yang dibagikan antara lain sawi, daun bawang, pagoda, selada, kangkung, dan tomat. Sebelumnya, pemilihan bibit dan tanaman yang hendak diberikan kepada warga didasarkan pada kebutuhan konsumsi dan kondisi setempat.

Berkebun diharapkan bisa menjadi alternatif untuk menghilangkan rasa bosan di rumah sebagai akibat dari pandemi Covid-19. Selain itu, warga juga bisa mandiri pangan dengan tercukupinya kebutuhan sayuran dari pekarangan rumah atau kebun sendiri.

"Kebiasaan ini dapat memberikan dampak keberlanjutan dalam menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi seperti ini," kata Rizal.

Terlebih, kebutuhan nutrisi dan ketersediaan pangan yang berkualitas saat pandemi menjadi hal yang penting untuk menjaga kesehatan serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Manfaat Jangka Panjang

ilustrasi berkebun

ilustrasi ©2012 homegardeninghowto.com

Kegiatan pembagian starter kit juga bertujuan untuk mendorong para warga mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong di sekitar rumah.

Selain itu, aktivitas berkebun memiliki efek jangka panjang, yakni menggerakkan sektor perekonomian warga yang terdampak pandemi melalui jual beli hasil panen. "Nantinya, hasil panen tersebut bisa menjadi bahan pangan yang dapat diolah dan dikonsumsi oleh warga lain," terang Rizal.

Sementara itu, Ketua RT 4 Mejoyo, Kali Rungkut, Surabaya Anis Choiroti menjelaskan, sejak tahun 2018 warga sudah menanam tanaman pangan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri.

"Inginnya kami bisa membudidayakan tanaman yang bisa dipasarkan di luar RT juga. Dengan kegiatan Ubaya setidaknya bisa lebih banyak warga yang sadar akan perlunya berkebun untuk ketahanan pangan karena sosialisasi dan pembagian bibit yang merata pada seluruh warga," ungkap Anis.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP