Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tujuan Perayaan Natal dan Maknanya, Sebar Kasih Sayang Kudus

Tujuan Perayaan Natal dan Maknanya, Sebar Kasih Sayang Kudus ilustrasi natal. waterfordplaza.com.au

Merdeka.com - Tujuan perayaan Natal yang dilakukan oleh umat Kristen adalah untuk memperingati kasih karunia Allah yang luar biasa dalam kehidupan umat manusia. Merayakan Natal adalah tindakan rasa syukur atas karya Yesus Kristus yang telah datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan.

Umat Kristen memperingati hari Natal setiap tanggal 25 Desember, bertepatan dengan hari kelahiran Yesus. Jadi, Natal adalah hari raya umat Kristiani untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Dan, tanggal 25 Desember setiap tahunnya ditetapkan sebagai hari libur serentak di seluruh dunia sebagai hari raya umat Kristen.

Berikut ulasan menarik mengenai tujuan perayaan Natal yang akan jatuh dalam beberapa hari lagi, dilansir dari berbagai sumber.

Natal Sebagai Tradisi yang Mendunia

Secara bahasa, kata Natal berasal dari bahasa latin yang berarti “lahir”. Sedangkan menurut istilah, Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang kristen untuk memperingati hari kelahiran Isa al-Masih, yang mereka sebut dengan Tuhan Yesus mengutip Save M. Dagum dalam Kamus Besar Ilmu Pengetahuan.

Sementara itu, dalam kamus bahasa Inggris kata Natal sama dengan kata Chrismas yang artinya Mass of Chirst atau disingkat dengan Christ Mass, yang diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran Yesus. Tradisi selama perayaan Natal berlangsung adalah gereja-gereja dihias dengan mewah dan megah.

Orang-orang Kristiani juga akan saling bertukar kado dan saling memberi hadiah-hadiah, menghiasi rumah dengan daun holly, mistletoe, dan pohon Natal. Selain tradisi yang bersifat keagamaan, Natal juga sudah menjadi tradisi dunia, karena perayaan Natal juga dilakukan oleh orang-orang non Kristen yang ingin ikut dalam euforia suka cita Natal.

Karena perayaan Natal telah menjadi tradisi dunia, umat Kristen pun menyikapi hal tersebut dengan cara yang berbeda. Tak hanya sekadar tradisi, Natal harus benar-benar menghargai karya keselamatan Yesus Kristus yang diawali dengan kelahiran-Nya. Dijelaskan di dalam al-Kitab:

“Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusus, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri.” (Mat 1 : 18).

“Dan karena Ia diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes. Maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.” (Mat 2 : 12).

Tujuan Perayaan Natal dan Maknanya

Tujuan perayaan Natal yang paling utama bagi umat Kristen tentu adalah untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Sudah menjadi kepercayaan dan keyakinan secara umum bagi umat kristiani, yang menyakini bahwa perayaan Natal adalah sebagai peringatan hari kelahiran Yesus. Oleh karena itu, Natal dirayakan dengan semeriah mungkin.

Seperti perayaan hari besar keagamaan pada umumnya pula, seminggu sebelum Natal dirayakan mayoritas umat kristiani telah menyiapkan berbagai persiapan dan kebutuhan-kebutuhan, seperti membeli kado-kado yang akan diberikan kepada orang spesial, menyiapkan tempat-tempat untuk berlibur, menyiapkan berbagai alat peribadatan untuk persiapan malam Natalnya dan juga menyiapkan pernak-pernik untuk digantungkan dalam pembuatan pohon Natal.

Tradisi saling memberi dan bertukar kado ini berasal dari tradisi Barat yang ditandai dengan bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta datangnya Santa Claus atau Sinterklas. Tokoh Sinterklas sendiri adalah ciptaan seorang pastur yang bernama “Santo Nicholas” yang hidup pada abad ke 4 M.

Selanjutnya waktu menjelang Natal yaitu pada waktu malam Natal, gereja-gereja akan melakukan acara peribadatan atau misa. Umat Kristen akan berfokus pada rasa syukur yang khidmat kepada Allah karena telah rela merendahkan diri-Nya sebagai manusia. Kelahiran Yesus di dunia juga mempunyai suatu titik awal yang paling penting dalam misi Kristus. Di mana ia dilahirkan bukan dari campuran laki-laki dan perempuan, melainkan campur tangan Allah yakni diperankan oleh kuasa Roh Allah.

“Kelahiran Yesus Kristus adalah sebagai berikut: pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf ternyata ia mengandung dari roh kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.” (Mat : 1:18).

Natal adalah suatu pemberian Allah yang paling besar bagi umat manusia. Natal merupakan wujud Kasih Allah pada manusia, dan ini jugalah yang menjadi salah satu tujuan perayaan Natal oleh umat Kristen.

“Karena begitu besar kasih Allah akan mendunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh: 3:16).

Natal merupakan motivasi Allah untuk membantu umat manusia. Natal adalah kabar baik bagi semua orang di sekitarnya, bahwa Allah telah membuktikan kasih-Nya bagi dunia ini dalam diri Yesus Kristus, dan semoga dengan Natal bisa menjadi berkat bagi semua umat manusia, terlebih bagi umat Allah yang sedah ditebus-Nya.

(mdk/edl)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP