Kabupaten Tuban, Jawa Timur dikenal dengan sebutan bumi wali. Selain Sunan Bonang, ada banyak wali yang semasa hidupnya menyebarkan ajaran Islam di wilayah Tuban. Bahkan, salah seorang wali disebut sebagai sesepuhnya para wali di nusantara.
Advertisement
Edi Eka, ahli sejarah alumnus UIN Sunan Ampel menyebut Sayyid Abdullah sebagai sesepuhnya para wali di nusantara. Mengutip buku Tuban Bumi Wali dan Tarikh Wali Tuban karya M. Nawawi, Sayyid Abdullah adalah anak dari Amir Abdul Malik.
Pada sebuah masa, Sayyid Abdullah menjadi menteri di kerajaan Narasabad India. Ia bertugas sebagai delegasi penyebaran Islam di negeri-negeri timur, Cina dan wilayah Asia Tenggara.
Advertisement
Sayyid Abdullah merupakan kakek Syekh Jumadil Kubro, sosok wali yang dikenal melakukan babad alas melakukan dakwah islam di Tanah Jawa.
(Foto: Google Maps)
Selama ini, Syekh Jumadil Kubro dikenal sebagai tokoh yang babat alas melakukan dakwah islam di nusantara. Saat melakukana babat alas, umur Syekh Jumadil Kubro diperkirakan sudah dewasa. Dengan demikian, Sayyid Abdullah yang merupakan sang kakek sudah berusia lanjut. Ada dua kemungkinan yang terjadi, Sayyid Abdullah sudah melakukan dakwah di tanah Jawa jauh sebelum Syekh Jumadil Kubro babat alas. Kedua, Sayyid Abdullah singgah di Pulau Jawa hanya untuk memastikan perjuangan dakwah islam yang dilakukan anak cucunya.
Advertisement
Sosok Sayyid Abdullah yang makamnya berada di atas bukit Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini masih sangat misterius. Belum ada sumber pasti yang menerangkan kapan ia datang ke Tuban, bagaimana proses dakwah, serta kehidupan pribadinya.
Advertisement
Kendati sosoknya masih misterius, masyarakat menghormati Sayyid Abdullah dengan merawat makamnya.
Makam Sayyid Abdullah termasuk salah satu makam wali di Kabupaten Tuban yang sering didatangi peziarah. Acara-acara pengajian juga kerap digelar di kawasan makam ini.
Advertisement
Kompleks makam Sayyid Abdullah punya arti tersendiri bagi masyarakat Desa Mliwang. Hingga kini, masyarakat setempat meyakini tidak boleh membangun rumah menghadap ke utara.
Ada anggapan bahwa barang siapa membangun rumah hadap utara akan mengalami sial hingga berujung kematian. Pantangan ini dilatarbelakangi makam Sayyid Abdullah berada di sebelah utara permukiman warga.