Perempuan Asal Bojonegoro Olah Buah Salak Jadi Kukis hingga Bronis, Produknya Laris hingga Mancanegara

Ide kreatifnya muncul karena melihat banyak buah salak di sekitar tempat tinggalnya

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Perempuan Asal Bojonegoro Olah Buah Salak Jadi Kukis hingga Bronis, Produknya Laris hingga Mancanegara
Produk olahan salak khas Bojonegoro (© 2024 merdeka.com/Dok. Griya Shanum)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Desa Wedi di Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dikenal sebagai kampung salak. Sejak zaman nenek moyang, banyak penduduk desa ini yang memiliki kebun salak. Potensi ini memantik daya kreatif Wulansari untuk menambah nilai ekonomi buah salak.

Produk Olahan Salak

Pada tahun 2017, Wulansari memantapkan diri membuka gerai Griya Shanum Pusat Oleh-oleh Salak Kampung Wedi Bojonegoro.

Sebelumnya, ia telah mahir mengolah buah salak menjadi berbagai varian produk makanan dan minuman. Di antaranya kurma salak, asinan salak, madu mongso salak, kukis salak, bronis salak, hingga minuman setrup salak.

Komitmen

Komitmen
© 2024 merdeka.com/Pemkab Bojonegoro

Wulansari menjamin produk-produknya aman dikonsumsi. Selain buah salak yang memilki kandungan vitamin A dan C tinggi, proses pengelohannya juga higienis dengan memperhatikan komposisi sesuai arahan Dinas Kesehatan Bojonegoro.

Sesuai anjuran pemerintah setempat, Wulansari sudah melengkapi bisnis makanan dan minuman hasil olahan buah salak.

Griya Shanum telah mengantongi Izin PIRT dari Dinkes Bojonegoro, sertifikat Halal dari Kemenag, merk yang telah dipatenkan, Nomer Induk Usaha (NIB), serta NPWP.

Kerja sama dengan Toko Oleh-oleh

Selain memasarkan produknya di outlet pribadi di Jalan Raya Wedi Kecamatan Kapas.

Wulansari juga bekerja sama denegan sembilan toko pusat oleh-oleh di Bojonegoro dan dua supermarket terbesar di kota setempat.

Pemasaran hingga Mancanegara

Pemasaran hingga Mancanegara
Dok. Istimewa

Saat ini, produk olahan salak milik Wulansari sudah terjual ke berbagai kota di Jawa Timur. Bahkan, pembelinya juga banyak dari luar Pulau Jawa hingga luar negeri. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mengutip situs resmi Pemkab Bojonegoro, omzet yang diperoleh Wulansari dari penjualan aneka olahan buah salak berkisar antara Rp5 juta hingga Rp8 juta.

Prestasi

Sejak berdiri pada tahun 2017 silam, bisnis makanan dan minuman berbahan buah salak yang dijalankan Wulansari terus berkembang. Sosoknya pun dikenal sebagai pebisnis muda yang ulet dan berprestasi.

Beberapa penghargaan pernah ia raih. Mulai piagam penghargaan dari Bupati Bojonegoro sebagai Pelopor Pengovenan dengan media lampu dan memanfaatkan almari kayu bekas, Juara 1 UMKM berprestasi kategori makanan dan minuman tingkat kabupaten (2018), dan Juara 1 lomba cipta menu minuman khas Bojonegoro 2019.

Rekomendasi