Dulunya Tempat Pembuangan Sampah, Ini Potret Megah Masjid Bawah Tanah di Tuban

Banyak santrinya merupakan mantan penjahat dan pecandu narkoba.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Dulunya Tempat Pembuangan Sampah, Ini Potret Megah Masjid Bawah Tanah di Tuban
Masjid bawah tanah di Tuban Jawa Timur (© 2024 merdeka.com/Google Maps)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Masjid sekaligus pondok pesantren di Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini terbilang unik. Jika biasanya pesantren didirikan di atas tanah, pesantren ini justru dibangun di bawah tanah seperti gua. Masjid ini berlokasi di Kelurahan Gedongombo, Kabupaten Tuban.

Sejarah

Kisah ini bermula saat Kiai Subkhan Al Mubarok mendapatkan wangsit dari sesepuh agar mencari guanya wali. Tak hanya mencari gua, ia bahkan diperintahkan mendirikan pesantren di dalamnya. Setelah sekitar tiga tahun berdoa dan berusaha, Kiai Subkhan mendapatkan petunjuk bahwa gua itu berada di Tuban. Ia pun lantas membeli tanah tersebut. Saat itu, kawasan tersebut berupa semak belukar dan sangat kotor. Sudah 15 tahun Pemkab Tuban menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat pembuangan sampah. 

Kiai Subkhan dibantu 38 santri pertamanya bekerja keras membersihkan gua. Setelah 1,5 tahun, akhirnya gua tersebut bisa ditempati. Kiai Subkhan menjadikan gua tersebut sebagai Pesantren Perut Bumi Almagribi. Ia juga membangun masjid di dalam gua yang diberi nama Masjid Ashabul Kahfi Perut Bumi. Konstruksi bangunan dirancang sedemikian rupa sehingga membuat pesantren dan masjid di dalam gua ini menjadi nyaman digunakan untuk beribadah.

Fasilitas

Lubang gua di lahan perbukitan kapur ini dulunya tempat pembuangan sampah. Kini, jadi bangunan megah yang dikenal dengan nama Masjid Ashabul Kahfi Perut Bumi. Masjid dan pondok pesantren yang didirikan oleh Kiai Subkhan Al Mubarok pada tahun 2002 silam ini menempati lahan seluas 3 hektare. Mengutip situs opop.jatimprov.go.id, kompleks pesantren dan masjid ini dilengkapi berbagai fasilitas dakwah dan mengaji.

Daya Tarik

Daya Tarik<br>
Dok. Istimewa

Masjid ini tampak estetik dan unik. Keberadaannya di dalam gua tidak membatasi seni arsitekturnya. Stalaktit yang menggantung di langit-langit gua berpadu dengan pilar-pilar megah konstruksi masjid. Cahaya temaram di dalam masjid juga menjadi pesona tersendiri. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mengutip situs disbudporapar.tubankab.go.id, masjid ini dipenuhi ukiran kaligrafi berbahan marmer. Selain masjid, bangunan yang menjadi kamar santri dan ruang pertemuan juga dihiasi ukiran kaligrafi berbahan marmer. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Masjid ini juga menyimpan sejumlah situs peninggalan ulama terdahulu. Di antaranya petilasan Syekh Maulana Al Maghribi, tempat pertapaan Singo Joyo dan Putri Ayu Sendang Harjo.

Santri

Santri yang menimba ilmu di sini tidak hanya berasal dari Tuban, tetapi dari berbagai daerah lain seperti Nganjuk, Bojonegoro, Lamongan, Lampung, dan lain sebagainya. Mengutip Liputan6.com, banyak santri Pondok Pesantren Perut Bumi Al Maghribi merupakan mantan penjahat dan pecandu narkoba. 

Rekomendasi