Gadis Blitar Ini Bangga Banget Jadi Petani, Bisa Sulap Kotoran Sapi Tidak Bau Busuk

Ia pun heran mengapa banyak anak muda tidak mau jadi petani

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Gadis Blitar Ini Bangga Banget Jadi Petani, Bisa Sulap Kotoran Sapi Tidak Bau Busuk
April, petani muda Blitar (© 2024 merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

April, gadis asal Blitar ini sehari-hari bertani di kebun rumahnya. Selain itu, ia adalah salah satu pendamping pertanian di bawah naungan komunitas Tani Remen Budaya (TRB). Komunitas ini punya visi bertani harus menguntungkan manusia dan alam.

Sosok April

Sehari-hari, April bertani di kebun miliknya dengan konsep ramah lingkungan. Salah satunya dengan menggunakan pupuk organik. Menurut dia, menjadi petani adalah profesi yang sangat membanggakan.

"Jadi petani itu seru banget, tapi kenapa anak-anak muda enggak mau?" selidiknya, dikutip dari YouTube Jaga Semesta.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Setelah menekuni dunia pertanian berkelanjutan, April semakin menyadari kunci keberhasilan petani.

"Sebenarnya tanah itu jangan disakiti, jangan dirusak," ungkapnya.

Anak Petani

Kecintaan April pada dunia pertanian salah satunya karena sejak kecil ia sangat akrab dengan profesi ini. Kedua orang tuanya adalah petani. Bahkan, orang tuanya dikenal sebagai petani ubi cilembu di daerahnya. Mengutip Instagram @Art.pril, banyak konsumen yang menjadi langganan ubi cilembu hasil panen orang tua April. Ibarat kata pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya, demikian juga April dan adiknya. Keduanya sangat menyukai aktivitas pertanian.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Jika orang tuanya mengelola kebun dalam skala besar, April dan adik laki-lakinya memilih mengolah kebun di samping rumahnya. Salah satu komoditas pangan yang ia tanam adalah ubi cilembu.

Tani Remen Budaya

Tani Remen Budaya merupakan komunitas yang fokus pada edukasi pertanian berkelanjutan. Komunitas ini gencar mengampanyekan pola tanam sehat dengan memanfaatkan pupuk organik, mengolah tanah secara alami, dan banyak lagi. Pada praktiknya, Tani Remen Budaya mengirim anggotanya kepada para petani di Blitar untuk memperkenalkan konsep pertanian berkelanjutan sekaligus intensif mendampingi mereka.

Pupuk Organik

Pupuk Organik
Dok. Istimewa

April dan komunitas Remen Budaya intens mendampingi petani dalam membuat pupuk organik. Pupuk ini dibuat dari kotoran sapi, gabah, tetes tebu, dan sejumlah bahan lain yang ada di lingkungan sekitar. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Komunitas Tani Remen Budaya sudah berhasil menemukan formulasi menghilangkan bau busuk pada kotoran sapi. Hal ini membuat petani di Blitar antusias dengan konsep pertanian ala Tani Remen Budaya.

April membuktikan bahwa anak muda juga bisa keren karena memilih profesi sebagai petani.

Rekomendasi