Nenek moyang yang mewariskan banyak keterampilan kepada generasi penerusnya
Suku ini sudah mendiami Pulau Jawa sejak zaman kerajaan-kerajaan Jawa kuno. Mereka punya ciri khas hidup di tengah hutan. Suku ini tak terpusat di satu daerah, tapi menyebar ke beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
(Foto: YouTube Kediripedia)
Advertisement
Terkucilkan
Suku ini disebut "kalang" karena mereka terkucil dan dikucilkan oleh masyarakat mayoritas. Kata "kalang" diartikan sebagai "batas".
Advertisement
Orang Kalang di Bojonegoro
Salah satu daerah tempat tinggal orang-orang kalang yakni hutan di kawasan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Orang-orang Kalang yang tinggal di tengah hutan Bojonegoro menguasai teknik perkayuan dan ahli membangun rumah. Mereka juga memiliki pengetahuan memadahi tentang pengeboran minyak.
(Foto: Freepik)
Advertisement
Kuburan
Suku Kalang di Bojonegoro memiliki kompleks kuburan dengan liang lahat berupa lempengan-lempengan
batu pipih. Pada zamannya, kuburan suku Kalang termasuk memiliki nilai seni tinggi. Kini, peti batu ini dikenal dengan sebutan Kubur Kalang.
Kubur Kalang ditemukan di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. Situs yang memiliki banyak peti kubur batu ini tersebar di dalam hutan jati dan areal pengeboran minyak. Hal ini menandakan bahwa kehidupan Suku Kalang berkaitan erat dengan sumber daya alam berupa kayu dan minyak.
(Foto: Kemdikbud RI)
Advertisement
Warisan
Arkeolog Agus Aris Munandar mengatakan bahwa warisan pengetahuan perkayuan dan pengeboran minyak yang dimiliki suku Kalang perlu dikembangkan lebih lanjut.
Adapun lokasi keberadaan Kubur Kalang di Kabupaten Bojonegoro sendiri juga menjadi salah satu sumber minyak. Titik lokasi kubur kalang berada pada areal pengeboran yang disebut sumur P.70 dan KW.P.8, sebagaimana dilansir dari laman resmi kebudayaan.kemdikbud.go.id.
Untuk menuju ke kawasan Kubur Kalang, harus melewati jalan setapak menuju hutan jati yang hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua. Memasuki kawasan hutan jati tersebut kendaraan harus berhenti dan dilanjutkan dengan jalan kaki karena kontur tanah berupa lereng pegunungan.