Tidak semua orang berani meninggalkan zona nyaman. Hal ini justru dilakukan Heny Moerdaningsih. Perempuan asal Kota Madiun, Jawa Timur ini meninggalkan kariernya sebagai banker untuk menjadi perajin bordir dan lukis.
Advertisement
Nekat Resign
Awalnya, Heny adalah seorang banker di Kota Malang. Tak ingin selamanya merantau, Heny kemudian pulang ke kampung halamannya di Kota Madiun. Mengutip laman Madiun Today, pada tahun 2016, ia mengikuti pelatihan bordir. Padahal saat itu ia tidak bisa menjahit. Keterbatasan itu tidak membuat Heny patah semangat.
Seiring berjalannya waktu, kemampuan Heny di bidang bordir, lukis, dan menjahit semakin terasah. Ia pun merintis bisnis kerajinan tangan yang memadukan seni bordir dan lukis.
Advertisement
Pameran
Karya-karya Heny dikenal pihak Pemkot Madiun. Sejak saat itu, ia sering dilibatkan dalam pameran tingkat nasional kerja sama dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga BUMN.
(Foto: Dok. Heny)
Berkat pameran-pameran tersebut, karya Heny semakin dikenal, terutama oleh orang-orang di lingkungan pemerintahan. Pada tahun 2017 lalu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo membeli produk karya Heny.
Tak hanya Ibu Negara, pada tahun 2022, Ibu Wakil Negara Wury Estu Handayani Ma'ruf Amin memborong produk kerajinan karya Heny pada salah satu pameran yang digelar pemerintah.
(Foto: Dok. Heny)
Advertisement
Advertisement
Strategi Pemasaran
Heny melakukan strategi pemasaran secara online maupun offline. Secara offline, Heny memajang karyanya di Pahlawan Street Centre (PSC), Dekranasda, dan di salah satu hotel di Kota Madiun. Sementara secara online, ia memamerkan karyanya melalui Instagram @galeri.d39.
Berkat memajang produk-produknya di Instagram, karya Heny dikenal hingga kancah internasional. Saat ini, karyanya juga dijual di sebuah galeri yang ada di Singapura dan Swiss.
(Foto: Dok Heny)
Heny membuat beragam karya mulai dari syal, kain, baju, tas, hingga sepatu. Motifnya juga beragam, mulai berbagai jenis bunga, pemandangan, hingga tokoh kartun. Dia menerapkan prinsip edisi terbatas. Strategi pemasaran tersebut membuat rezeki perempuan 53 tahun ini kian lancar. Heny membanderol produknya mulai puluhan ribu sampai jutaan rupiah. Tergantung jenis dan tingkat kerumitan bordir dan lukis (borkis).
Advertisement