Sholat sunnah qobliyah adalah sholat sunnah yang dilaksanakan sebelum sholat fardhu seperti dhuhur, ashar, maghrib, isya, dan subuh. Anjuran untuk mengerjakan sholat sunnah qobliyah sendiri ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalah hadist berikut ini;
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ (ثُمَّ قَالَ فِي الْشَّالِِشَةِ:) لِمِنْ شَاءَ
Artinya: "Antara dua adzan (adzan dan ikamah) terdapat satu sholat (sunnah). Antara dua adzan (azan dan ikamah) terdapat satu sholat (sunnah). Antara dua (azan dan ikamah) tedapat satu sholat (sunnah)." Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. "Bagi yang mau mengerjakannya," lanjut beliau. (HR. Bukhari dan Muslim).
Sholat sunnah qobliyah adalah salah satu dari dua jenis sholat rawatib. Sholat rawatib merupakan sholat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat fardhu. Disebut sholat sunnah qobliyah apabila dikerjakansebelumsholat fardu, dan disebut sholat sunnahbadiyah apabila dikerjakansetelahsholat fardhu.
Berikut penjelasan selengkapnya mengenai sholat sunnah qobliyah yang penting untuk diketahui.
Advertisement
Sholat Rawatib
Seperti yang telah disinggung sedikit di atas, sholat sunnah qobliyah adalah bagian dari sholat rawatib. Sholat rawatib sendiri adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat fardhu.
Sholat sunnah rawatib terbagi dua, yakni sholat sunnah qabliyah (sebelum sholat fardhu) dan sholat sunnah ba’diyah (sesudah sholat fardhu).
Sholat sunnah rawatib bertotal sebanyak 20 rakaat, dengan rincian sebagai berikut:
- 2 raka'at sebelum sholat subuh (sesudah sholat shubuh tidak ada sunnah badiyah).
- 2 rakaat sebelum sholat dhuhur. 2 atau 4 raka'at sesudah sholat dhuhur.
- 2 rakaat atau 4 raka'at sebelum sholat ashar (sesudah sholat ashar tidak ada sunnah badiyah).
- 2 rakaat sesudah sholat maghrib.
- 2 rakaat sebelum sholat isya.
- 2 rakaat sesudah sholat isya.
Advertisement
Sholat Sunnah Qobliyah
Sholat qobliyah adalah sholat sunnah yang dilaksanakan sebelum membaca sholat fardhu. Adapun arti kata 'qobliyah' dalam bahasa Arab adalah 'sebelum'.
Sholat sunnah qobliyah berarti sholat sunnah yang dilaksanakan sebelum sholat wajib. Berikut bacaan niat sholat sunnah qobliyah yang dapay Anda lafalkan sebelum menunaikannya;
1. Niat sholat sunnah qobliyah subuh
Usholli sunnatash-shubhi rok'ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta'aala
Artinya: Saya niat sholat sunnah sebelum subuh dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta'ala
2. Niat sholat sunnah qobliyah dhuhur
Usholli sunnatazh-zhuhri rok'ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'ala
Artinya: Saya niat sholat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta'ala
3. Niat sholat sunnah qobliyah ashar
usholli sunnatal ‘ashri rak'ataini qobliyyatan lillaahi ta'alaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunat sebelum ashar dua raka'at karena Allah ta'ala.”
4. Niat sholat sunnah qobliyah maghrib
usholli sunnatal magribi rak'ataini qobliyyatan lillaahi ta'alaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunat sebelum maghrib dua raka'at karena Allah ta'ala.”
5. Niat sholat sunnah qobliyah isya
usholli sunnatal isyaa’i rak'ataini qobliyyatan lillaahi ta'alaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunat sebelum isya’ dua raka'at karena Allah ta'ala.”
Advertisement
Keutamaan Sholat Qobliyah
Sebagai bagian dari sholat rawatib, sholat sunnah qobliyah tentu memiliki keutamaan yang baik apabila dilaksanakan. Rasulullah saw. telah menerangkan fadhilah sholat sunnat rawatib dengan sabdanya yang berbunyi;
"Tidak ada seorang muslim yang bersholat karena Allah semata-mata pada tiap-tiap hari, dua belas rakaat tathawwu’-selain dari sholat-sholat fardhu, melainkan didirikan oleh Allah baginya suatu rumah di dalam surga, atau melainkan didirikan untuknya sebuah rumah di dalam surga yakni: empat rakaat sebelum sholat dhuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah isya da dua rakaat sebelum shalat subuh." (H.R. Muslim dan Abu Daud).
Ketika seseorang melanggengkan sholat sunnat rawatib yang telah tersebut di dalam hadits tersebut, Allah SWT akan membangunkan sebuah rumah di dalam surga. Walaupun begitu, dalam melaksanakannya haruslah secara ruti atau terus menerus hingga menjadi sebuah kebiasaan.