ASN hingga Polri di Sumenep Masuk Data Penerima Bansos, Ini Fakta di Baliknya

ASN hingga TNI di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tercatat dalam data penerima bantuan sosial dari Kemensos RI. Ini fakta di baliknya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
ASN hingga Polri di Sumenep Masuk Data Penerima Bansos, Ini Fakta di Baliknya
Ilustrasi bansos. ©2022 Merdeka.com/liputan6.com

Ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial yang disalurkan Kementerian Sosial Republik Indonesia di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tercatat lebih dari satu kali.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menemukan data ganda penerima bantuan sosial kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan Bantuan Pangan Non-Tunai sebanyak 2.610 keluarga.

"Berdasarkan laporan tim lapangan, data ganda dan data yang tidak valid penerima bantuan sosial di Sumenep sebanyak 2.610 keluarga," terang Kepala Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Pemkab Sumenep Achmad Zulkarnaen di Sumenep, Jawa Timur, Senin (21/11/2022).

Data ganda dan data tidak valid penerima bantuan ditemukan saat petugas PT Pos di Kabupaten Sumenep melakukan pencairan kepada penerima bantuan.

Adapun yang dimaksud data ganda adalah satu orang terdata dua kali atau lebih. Sedangkan data tidak valid ialah data yang tidak sesuai dengan ketentuan penerima bantuan, di antaranya aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri dan warga yang telah meninggal dunia.

"Data penerima bantuan sosial ada yang berstatus sebagai ASN, bahkan ada yang menjadi anggota TNI-Polri," ungkap Zulkarnaen, dikutip dari Antara.

Pihaknya menegaskan akan menghapus data ganda dan data tidak valid serta memperbaruinya agar kejadian serupa tidak terulang.

Ketua Satgas Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) PT Pos Kantor Cabang Sumenep R. Shoifuddin menyatakan bahwa pihaknya menangguhkan pencairan bantuan untuk kasus data gand dan data salah sasaran.

"Khusus data ganda dan data salah sasaran, pencairan bantuan tersebut kami tangguhkan," tegasnya.

Sementara itu, penerima bansos program sembako dan BPNT tahun 2022 di Sumenep terdata sebanyak 129.295 keluarga. Adapun yang sudah terealisasi yakni 127.634 keluarga atau tersisa sebanyak 1.661 KPM.

Kemudian, untuk bansos sembako dan BLT subsidi minyak goreng dialokasikan kepada 127.274 keluarga penerima manfaat. Hingga kini terealisasi 126.939 keluarga, atau tersisa sebanyak 335 keluarga.

Sedangkan BLT-BBM dan sembako disalurkan kepada 124.458 keluarga, terealisasi sebanyak 123.844 keluarga atau tersisa sebanyak 614.

"Sehingga, jumlah total KPM yang terdata ganda dan tidak valid sebanyak 2.610 keluarga," pungkas Shoifuddin.

Rekomendasi