Aparat kepolisian mengepung Pondok Pesantren Shiddiqiyyah di Jombang, Jawa Timur pada Kamis (7/7/2022). Langkah itu ditempuh untuk menjemput paksa anak Kiai Muhammad Mukhtar Mukhti, MSAT (42) yang merupakan tersangka dan DPO kasus pencabulan terhadap santriwati ayahnya.
Ironisnya, upaya polisi itu kembali mendapat penolakan keras dari pengasuh ponpes. Ia meminta agar polisi tak membawa putranya dan berjanji akan membawa putra kesayangannya itu ke Polda Jatim.
Lalu, belum lama ini media sosial diramaikan video Kapolres Jombang AKBP Nurhidayat bersimpuh di hadapan seorang kiai. Momen tersebut terjadi usai polisi melakukan pengejaran pada MSAT.
Advertisement
Cara Komunikasi
Seperti informasi yang dilansir dari video yang diunggah di akun Twitter @PartaiSocmed, terlihat Nurhidayat sedang melakukan negosiasi dengan ayah tersangka. Di dalam video ini, pemilik akun tersebut menyoroti sikap Nurhidayat.
Bersama rekan-rekannya ia melakukan negosiasi dengan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan lawannya. Di detik akhir video, Nurhidayat juga sempat bersalaman dengan Muhammad Mukhtar.
"Cara komunikasi dan bahasa tubuhnya pas banget. Tetap bersikap tegas tapi santun dan diakhiri ajakan jabat tangan sbg simbol sikap skeptisnya terhadap janji sang Kyai," tulis akun tersebut.
Advertisement
Hadapi Masa
Diunggahan yang lainnya, akun tersebut menampilkan bagaimana cara Nurhidayat berhadapan dengan masa di sekitar ponpes. Menurut akun tersebut pemimpin seperti ini akan memiliki perjalanan karier yang moncer.
"Cara Kapolres Jombang menghadapi massa juga keren banget. Prediksi kami AKBP Moh Nurhidayat ini karirnya bakal moncer kedepannya," jelasnya.
Advertisement
Respon Warganet
Usai unggahan video tersebut viral, banyak waraganet yang memberikan komentarnya. Tak sedikit warganet yang juga menyoroti janji pengasuh ponpes untuk menyerahkan anaknya.
"Semoga para wali santrinya juga tergugah. Kyai yang lebih sayang anaknya sampai mengingkari janji yg adalah hutang. Ga mashookk blas untuk jadi panutan," salah satu warganet.
"Yup, pada menit yg bersamaan nampak kapolres tetap respect & santun pd kyai sepuh tanpa harus kehilangan kesabaran secara taktis & tegas tetap fokus mengawal tujuan utamanya datang ke pondok. Kendali seperti ini tdk mudah.
Keren sih menurut saya," warganet lain menambahi.
"Ada beberapa komen bilang kapolres terlalu takut. No no bukan takut, lebih ke strategi yang pas yg seminimal mungkin menimbulkan pertikaian aja menurutku. Caranya sudau tepat. Batu yang keras aja luluhnya sama air," timpal warganet lainnya.