Bacaan sholat Idul Fitri dari niat sampai salam adalah hal yang wajib untuk diketahui oleh umat Islam. Saat ini, bulan Ramadan hampir sampai di penghujungnya, dan bayang-bayang hari kemenangan akan segera tiba. Tak akan terlambat bagi Anda yang ingin mempelajari bacaan dan tata cara sholat Idul Fitri untuk menyempurnakan ibadah.
Sholat Idul Fitri adalah sholat sunnah yang termasuk dalam golongan muakkad. Artinya, sholat Idul Fitri sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dikerjakan oleh seluruh umat Islam. Sholat Idul Fitri biasanya dilaksanakan secara berjemaah sebanyak 2 rakaat. Sholat ini agak sedikit berbeda dengan sholat sunnah pada umumnya.BACA JUGA: Sholat Idul Fitri, Tata Cara Yang Benar Serta Amalan Sunahnya.
Sholat Idul Fitri memiliki takbir zawa-id dengan bacaan zikir. Tidak ada azan serta ikamah dalam sholat Idul Fitri melainkan diganti dengan seruan lafal 'ash-shalata jami’ah'. Melansir dari liputan6.com, berikut bacaan sholat Idul Fitri dari niat sampai salam lengkap dengan artinya yang wajib untuk Anda ketahui agar sholat Idul Fitri Anda menjadi lebih khusyuk.
Advertisement
Dasar Hukum dan Niat Sholat Idul Fitri
Sebelum menuju pada pembahasan tentang bagaimana bacaan sholat Idul Fitri dari niat sampai salam, ada baiknya Anda mengetahui dasar hukum sholat ini menurut Islam. Hukum sholat Idul Fitri adalah sunnah muakkad, karena Rasulullah SAW selalu mengerjakannya.
Sementara, menurut pendapat Imam Abu Hanifah sholat idul fitri hukumnya fardhu ‘ain dan menurut Imam Ahmad hukumnya fardhu kifayah. Bagi orang-orang seperti mukmim, musafir, merdeka, budak, laki-laki, dan perempuan, sholat idul fitri adalah ibadah yang disunnahkan.
Seperti halnya sholat lain dalam Islam, sholat idul fitri pun memiliki bacaan niatnya tersendiri. Berikut niat sholat idul fitri yang patut dihafalkan;
أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى
Usholli rak’ataini sunnatan ai’idil fitri (ma’mumam/imaman) lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya berniat sholat sunah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala”.
Advertisement
Bacaan Sholat Idul Fitri dari Niat Sampai Salam dan Tata Caranya
Berikut tata cara sholat Idul Fitri beserta bacaan lengkapnya;
Pertama, sholat idul fitri dimulai dengan membaca niat. Niat sholat idul fitri adalah;
أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى
Usholli rak’ataini sunnatan ai’idil fitri (ma’mumam/imaman) lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya berniat sholat sunah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala”.
Kedua, melakukan takbiratul ihram. Setelah takbiratul ihram, jemaah disunnahkan untuk membaca doa iftitah. Berikut bacaan doa iftitah;
- Doa Iftitah Pertama
"Alloohumma baa’id bainii wa baina khothooyaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghribi. Alloohumma naqqinii minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danas. Alloohummaghsil khothooyaaya bil maa’i wats tsalji wal barod"
Artinya: "Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat. Duhai Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun", (HR Bukhari dan Muslim).
- Doa Iftitah Kedua
"Alloohu akbar kabiirow wal hamdu lillaahi katsiiroo wasubhaanalloohi bukrotaw wa-ashiilaa."
Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang", (HR Muslim).
- Doa Iftitah Ketiga
"Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardlo haniifaa wamaa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wamahyaa wa mamaatii lillaahi robbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin."
Artinya: "Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri", (HR Ibnu Majah).
Ketiga, bertakbir tujuh kali untuk rakaat pertama. Hal ini dilakukan setelah pembacaan doa iftitah selesai. Adapun lafal bacaannya adalah sebagai berikut,
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً ا
Allahu akbaru kabiiran wal hamdu lillahi katsiran wasubhana allahi bukratan wa ashilan.
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah baik waktu pagi dan petang.”
Atau bisa juga membaca lafal ini,
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَر
Subhana allahi wal hamdu lillahi walaa ilaha illa allah, wallahu akbar.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar.”
Keempat, membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama. Bacaan lain yang disunahkan dalam sholat idul fitri adalah surat Qaf atau Al-A’la. Setelah membaca surat tersebut, berlanjut ke rukuk, sujud, seperti sholat biasanya.
Berikut bacaan surat Al-A'la;
1. سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
sabbihisma rabbikal-a'lā ("Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi)
2. الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ
allazī khalaqa fa sawwā ("Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya).)
3. وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ
wallazī qaddara fa hadā ("Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,")
4. وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَىٰ
Bacaan latin: wallazī akhrajal-mar'ā ("dan Yang menumbuhkan rerumputan,")
5. فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَىٰ
fa ja'alahụ gusā`an aḥwā ("lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman.")
6. سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسَىٰ
sanuqri`uka fa lā tansā ("Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,")
7. إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفَىٰ
illā mā syā`allāh, innahụ ya'lamul-jahra wa mā yakhfā ("kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.")
8. وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَىٰ
wa nuyassiruka lil-yusrā ("Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat)")
9. فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَىٰ
fa zakkir in nafa'atiz-zikrā ("oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat)
10. سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَىٰ
sayazzakkaru may yakhsyā ("orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,")
11. وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى
wa yatajannabuhal-asyqā ("dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,")
12. الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَىٰ
allazī yaṣlan-nāral-kubrā ("(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka),")
13. ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ
summa lā yamụtu fīhā wa lā yaḥyā ("selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup.")
14. قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ
qad aflaḥa man tazakkā ("Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),")
15. وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ
wa zakarasma rabbihī fa ṣallā ("dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat.")
16. بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
bal tu`sirụnal-ḥayātad-dun-yā ("Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia,")
17. وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
wal-ākhiratu khairuw wa abqā ("padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.")
18. إِنَّ هَٰذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ
inna hāzā lafiṣ-ṣuḥufil-ụlā ("Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,")
19. صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ
ṣuḥufi ibrāhīma wa mụsā ("(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.")
Advertisement
Bacaan Sholat Idul Fitri dari Niat Sampai Salam dan Tata Cara Selanjutnya
Kelima, bertakbir lima kali untuk rakaat kedua yang dilakukan setelah berdiri dari sujud rakaat pertama. Adapun bacaan yang dibaca sama dengan takbir di rakaat pertama.
Keenam, membaca surat Al-Qamar atau Al-Ghasiyyah usai membaca surat Al-Fatihah. Setelah membaca surat tersebut, berlanjut ke rukuk, sujud hingga salam.
Yang terakhir dalam sholat Idul Fitri adalah mengikuti khotbah Idul Fitri. Hal ini dianjurkan untuk dilakukan. Mengikuti khotbah Idul Fitri dapat menambah kesempurnaan pelaksanaan sholat sunnah yang satu ini.
Selain itu, mendengarkan khotbah Idul Fitri adalah suatu upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT yang patut untuk Anda lakukan saat kembali bersih di hari yang suci tersebut. Di sini, khatib disunahkan untuk memulai khotbah pertamanya dengan mengucapkan takbir sebanyak sembilan kali. Sedangkan di khotbah kedua, memulai dengan takbir sebanyak tujuh kali.