Bacaan Doa Selesai Wudhu dan Tata Caranya Lengkap, Jangan Sampai Salah

Bacaan doa selesai wudhu, niat berwudhu, dan tata cara wudhu yang benar adalah hal-hal dasar yang wajib diketahui oleh umat Islam. Hal ini lantaran wudhu merupakan syarat sah untuk mengerjakan ibadah salat. Berikut penjelasan selengkapnya.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Bacaan Doa Selesai Wudhu dan Tata Caranya Lengkap, Jangan Sampai Salah
Ilustrasi wudhu. © Pixabay

Bacaan doa selesai wudhu, niat berwudhu, dan tata cara wudhu yang benar adalah hal-hal dasar yang wajib diketahui oleh umat Islam. Hal ini lantaran wudhu merupakan syarat sah untuk mengerjakan ibadah salat. Untuk itu, wudhu harus dipraktikkan dengan sebaik-baiknya agar Anda berada dalam keadaan yang suci saat berhadapan denganNya.

Seperti yang juga telah disebutkan dalam hadist dari Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi, di sana dijelaskan pentingnya untuk berwudhu sebelum salat. Di mana Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya: "Allah tidak menerima salat salah seorang di antara kamu sampai ia berwudhu."

Rangkaian wudhu dimulai dengan membaca niat, membasuh area-area tubuh yang ditentukan, lalu mengakhirinya dengan doa selesai wudhu. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai ketiga hal tersebut, dilansir dari liputan6.com.

Bacaan Niat Wudhu

Dalam melakukan wudhu, hal paling pertama yang harus Anda ketahui adalah bacaan niat untuk memulainya. Niat wudhu artinya sengaja dengan kesungguhan hati untuk mengerjakan wudhu karena melaksanakan perintah Allah SWT dan mengikuti anjuran Rasul-Nya.

Rasulullah SAW menerangkan bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya…” (HR. Bukhari dalam Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48).

Berikut bacaan doa niat wudhu yang wajib dihafalkan;

"Nawaitul wudhuu-a liraf'll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta'aalaa"

Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah."

Wudhu juga memiliki syarat agar sah, dan memiliki beberapa hal yang dapat membatalkannya. Berikut syarat sah wudhu bagi umat Islam;

  • Beragama Islam.
  • Bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk.
  • Suci dari menstruasi dan persalinan.
  • Tidak ada apapun di dalam tubuh yang dapat mengubah sifat air, seperti lipstik, dan riasan lainnya.
  • Tidak ada yang dapat mencegah air menyentuh kulit, seperti cat kuku, lipstik, dan lain sebagainya.
  • Mengetahui mana yang sunnah dan mana yang wajib.
  • Air yang diambil untuk wudhu adalah air bersih dan suci (tidak bau, tidak kotor, atau tercampur bahan lainnya).

Sementara, beberapa hal yang dapat membatalkan wudhu seseorang adalah sebagai berikut;

  • Sesuatu yang keluar dari dua jalan kemaluan, seperti buang air kecil maupun besar atau buang angin. Jika keluar air mani, maka harus mandi wajib.
  • Hilangnya akal yang disebabkan gila, tidur atau tertidur, mabuk, dan pingsan.
  • Tersentuh oleh kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya dengan tidak memakai penutup.
  • Tersentuh kemaluan (kubul atau dubur) dengan tapak tangan atau jari yang tidak memakai penutup (walaupun kemaluan sendiri).

Tata Cara Wudhu yang Benar

Setelah mengetahui bacaan niat wudhu, syarat sahnya, dan hal-hal apa saja yang dapat membatalkannya, selanjutnya adalah mempelajari tata cara pelaksanaan wudhu yang benar sesuai dengan ajaran Islam. Berikut langkah-langkah atau tata cara wudhu;

1. Membaca Doa Niat Wudhu

HR Bukhari pernah menuliskan bahwa: "Rasulullah SAW menerangkan bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya..."  (HSR. Bukhari dalam Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48).

"Nawaitul wudhuu-a liraf'll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta'aalaa"

Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah."

2. Membaca Basmallah

Membaca basmallah dilakukan sambil mencuci kedua telapak tangan sebanyak 3 kali hingga ke sela-sela jari. Namun meski lupa membaca basmallah, wudhu yang dilakukan tetap sah.

3. Berkumur-Kumur

Berkumur-kumur sebanyak 3 kali atau memutar air dalam mulut dan mengeluarkannya serta membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan yang ada pada gigi.

4. Mencuci Lubang Hidung

Mencuci lubang hidung sebanyak 3 kali untuk mengeluarkan kotoran yang ada di dalamnya. Dan disunnahkan pula mencuci lubang hidung dengan cara menghirup air dalam sekali hirup serta mengeluarkannya dengan memencet hidung.

5. Mencuci Muka 3 Kali

Mencuci muka 3 kali pada saat berwudhu sebaiknya dilakukan mulai dari ujung kepala tumbuhnya rambut hingga bawah dagu. Serta membersihkan dari telinga kanan ke telinga kiri.

6. Mencuci Kedua Belah Tangan hingga Siku

Cucilah kedua belah tangan hingga siku sebanyak 3 kali. Sebaiknya lakukan dengan mendahulukan anggota tubuh bagian kanan, membasahi tangan hingga siku pun sudah tercantum dalam surat Al- Maidah ayat 6 sesuai dengan perintah Allah SWT.

7. Mengusap Kepala

Mengusap kepala dari depan hingga ke bagian belakang kepala sebanyak satu kali. Ali bin Abi Thalib berkata, "Aku melihat Nabi SAW mengusap kepalanya satu kali." (HR. Sahih Abu Dawud no. 106)

8. Membersihkan Kedua Telinga

Membersihkan telinga dilakukan dengan memasukan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusapkan kedua daun telinga. Hal ini dilakukan secara bersamaan antar telinga kanan dan telinga kiri.

9. Mencuci kedua kaki hingga di atas mata kaki

Dan tata cara wudhu selanjutnya yang benar sesuai dengan sunnah ialah membasuh kedua kaki hingga di atas mata kaki. Hal ini dilakukan sebanyak 3 kali dan dimulai dari kaki bagian kanan terlebih dahulu.

Dalam HR Bukhari, dahulukan kaki kanan hingga tiga kali kemudian kaki kiri. Dan saat membasuh kaki, Rasulullah menggosok jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki (HR. Bukhari; Fathul Baari, dan Muslim).

10. Membaca Doa Wudhu

Setelah selesai rangkaian wudhu yang benar, disunnahkan untuk membaca doa sesudah wudhu. Dan saat memanjatkan doa wudhu, sebaiknya berdoa dengan menghadap kiblat dan mengangkat dua tangan.

Bacaan Doa Selesai Wudhu

Setelah selesai wudhu, ada pula bacaan doa yang harus dilafalkan untuk menyempurnakannya.  Dari ‘Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda; "Siapa yang berwudhu dengan memperbagus wudhunya lalu ia mengucapkan;

ASY-HADU ALLA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA ROSULUH, ALLOHUMMAJ’ALNII MINATTAWWAABIINA WAJ’ALNII MINAL MUTATHOHHIRIIN

Artinya: "Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagai orang yang bersuci), dengan ia membacanya melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia akan masuk lewat pintu mana saja yang ia mau." (HR. Tirmidzi).

Ada juga doa sesudah wudhu lain yang diajarkan untuk dibaca yaitu, 

SUBHANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAAHA ILLA ANTA, ASTAGH-FIRUKA WA ATUUBU ILAIK

Artinya: "Mahasuci Engkau Ya Allah dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu." (HR. An-Nasai dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, dan lihat Irwa’ Al-Ghalil).

Sementara bacaan doa sesudah wudhu yang lengkap adalah sebagai berikut,

ASY-HADU ALLA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA ROSULUH, ALLOHUMMAJ’ALNII MINATTAWWAABIINA WAJ’ALNII MINAL MUTATHOHHIRIIN.

SUBHANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAAHA ILLA ANTA, ASTAGH-FIRUKA WA ATUUBU ILAIK.

Artinya: "Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagai orang yang bersuci.

Mahasuci Engkau Ya Allah dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu."

 

Rekomendasi